Error message

Notice: Undefined offset: 1 in counter_get_browser() (line 70 of /home/diskominfotikntb/public_html/sites/all/modules/counter/counter.lib.inc).

BERJAMAAH MELAKUKAN PENGAWASAN

Untuk memberikan pemahaman tentang pengawasan pemilu, Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Nusa Tenggara Barat (NTB) mengadakan sosialisasi pengawasan verifikasi faktual peserta pemilihan umum. Kegiatan yang berlangsung di hotel plaza Mataram, kamis (7/12) ini, menghadirkan Partai Politik tingkat provinsi NTB, Organisasi Kemahasiswaan tingkat provinsi NTB, Mahasiswa, dan LSM tingkat NTB.

Dalam kesempatan itu, Ketua Bawaslu NTB, Muhammad Khuwailid, S.Ag., MH, menekankan kepada peserta sosialisasi untuk bersama-sama dalam mengawasi pemilu khususnya pada verifikasi faktual sekarang  ini. Pasalnya, di verifikasi faktual ini, sangat rawan terjadi pelanggaran khususnya kegandaan nama dalam kepengurusan. Misalnya satu orang bisa atau dapat ditemukan namanya juga di parpol lain. “Dalam satu orang yang sudah menjadi pengurus di partai A bisa jadi masuk namanya di parpol lain juga,” ungkapnya di saat memberikan materi di hadapan peserta sisialisasi tersebut.Walaupun terdapat kegandaan nama, Bawaslu NTB tidak kehabisan akal untuk melakukan pengawasan. Bawaslu NTB punya strategi untuk mengawasi pelanggaran-pelanggaran tersebut. Adapun strategi yang dilakukan Bawaslu dalam hal pengawasan, yakni Bawaslu melakukan pengawasan secara langsung. Strategi ini dilakukan di saat parpol menyerahkan nama-nama ke KPU. “Hal ini dilakukan untuk memastikan apakah nama-nama yang diserahkan oleh parpol ke KPU itu benar atau tidak. Karena Bawaslu ingin menegakkan kebenaran dan keadlian sebagaimana yang diamanahkan oleh undang-undang,” jelasnya.

Selain pengawasan langsung, Bawaslu juga melakukan pengawasan partisipatif. Pengawasan partisipatif ini dilakukan secara berjamaah oleh masyarakat, baik itu OKP, Ormas, serta mahasiswa.

Pada kesempatan itu, Itratip, ST., MT selaku Divisi Organisasi dan SDM Bawaslu NTB menekankan kepada Panwas Kabupaten/Kota yang hadir dalam sosialisasi untuk tidak selingkuh dengan parpol. “Jangan coba-coba bersekongkol dengan parpol, dan jika ada anggota kami yang melakukan perselingkuhan maka lapor kepada kami,” jelasnya. (hd_ikp)