Error message

Notice: Undefined offset: 1 in counter_get_browser() (line 70 of /home/diskominfotikntb/public_html/sites/all/modules/counter/counter.lib.inc).

PEMERINTAH DENGAN "TUBERCULOSIS"

Dinas Kesehatan menggandeng Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) untuk mengatasi Tuberculosis (TB) di regional NTB khususnya. Melalui sosialisasi dan advokasi TB resisten obat Dinas Kesehatan (Dikes) NTB menggandeng beberapa OPD NTB untuk terlibat dalam penanggulangan TB. Selasa (5/11).

Sejumlah 21 representasi Organisasi Perangkat Daerah (OPD) hadir dalam acara sosialisasi ini.

TB sudah menjadi penyakit historis di seluruh belahan dunia. TB telah menjadi momok di Indonesia. Indonesia dengan kasus penyakit TB kedua di dunia setelah Tiongkok. 64 jiwa  tiap tahun meninggal karena penyakit TB.

Penyakit ini belum kunjung dapat diatasi dengan baik. Selain itu bermunculan penyakit baru yang mengundang kewasapadaan. Yang paling krusial adalah kemunculan TB resistensi obat yaitu jenis TB  yang kebal dengan obat, serta TB dan HIV.

Ini saatnya seluruh stakeholder terlibat dalam menanggulangi penyakit ini.

"Mari kita bersinergi untuk menanggulangi penyakit ini," ungkap Dr. H. Zainul Arifin, M.PH Kepala Seksi P2P Dikes Provinsi NTB.

 

Harapan besar diungkapkan Dikes  dan pemerintah umumnya untuk membebaskan masyarakat dari TB. Dikes menggaungkan masyarakat  free TB, dan menjunjung hak atas akses terhadap pengobatan dan fasilitas kesehatan bagi masyarakat yang terkena TB."TB bukan penyakit yang hanya ditangani dengan antibiotik saja tapi harus dengan sektor yang lain," imbuhnya.

Menghilangkan TB tidak cukup dengan obat dibutuhkan kerjasama komitmen seluruh perangkat daerah. Promosi advokasi komunikasi tentang informasi TB. Mobilisasi sosial untuk masyarakat memeriksa sedini mungkin. Regulasi dan peningkatan pembiayaan serta koordinasi dan sinergi program.

"Kita harus bertindak untuk mendukung masyarakat agar sesegara mungkin mengatasi TB. TB bisa disembuhkan asal terdeteksi secara dini dan penderitanya melakukan pengobatan dengan benar," ujar Dr. I Ketut Artastra, M.PH kepada peserta sosialisasi.

Dukungan terhadap masyarakat bebas TB harus dilakukan dengan sinergi yang kuat antara pemerintah dan masyarakat. (Nadya/Aan)