Sesuai Jadwal, 26 Kapal Pesiar Mancanegara Siap Kunjungi Lombok Tahun 2019

Lombok sempat heboh dengan berita 3 kapal pesiar dari Singapura yang batal berkunjung karena proses pemulihan pasca gempa dan sampah. Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik (Diskominfotik) NTB telah berkoordinasi dengan Dinas Pariwisata NTB mengenai isu tersebut, Kepala Dinas Pariwisata Provinsi NTB Lalu Moh Faozal membantah isu tersebut. Tahun 2019 ini tidak ada pembatalan , 26 Kapal Pesiar yang dijadwalkan akan tetap datang berwisata.

“Kabar tiga kapal yang batal berkunjung itu tidak benar,” sanggah Kadispar saat dikonfirmasi Tim Media, (14/3).Dikutip dari laman Antaranews.com, menurut Faozal, pada bulan januari lalu satu kapal pesiar berbendera Jerman sudah berlabuh di Lombok dengan membawa 1.800 wisatawan. Dispar NTB juga mencatat sepanjang tiga bulan ini ada empat kapal pesiar yang sudah masuk ke Lombok , yaitu MV Star Legend, MV Aidavita, MV Aidavita.

“Selanjutnya, kapal pesiar juga akan datang pada 15 Maret, MV Sun Princess akan berkunjung ke Lombok melalui Pelabuhan Lembar dengan estimasi Wisatawan sebanyak 1500, dan semua sesuai jadwal tidak ada pembatalan. Karena yang mengurus kapal pesiar ini Dispar NTB,” jelas faozal pada wartawan Antara.

Sebelumnya, General Manager PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) III Cabang Lembar, Erry Ardiyanto mengatakan bahwa tiga kapal pesiar dari Singapura batal berkunjung ke Lombok karena proses recovery dan sampah pasca gempa. Namun Erry meluruskan haltersebut terjadi di penghujung tahun 2018. Saat itu Lombok memang masih dalam proses recovery.

“Betul (pembatalan terjadi pasca gempa) dan destinasi itu juga masih di Indonesia. (Isu) sampah kan sudah di penghujung tahun 2018. Sekarang saatnya Lombok untuk bangkit kembali,” ujar Erry pada Kompas.com.

Ia mengatakan, meski batal bersandar ke Lombok, tiga kapal pesiar tersebut disebut mengalihkan destinasi wisatanya ke kawasan wisata sekitar Lombok.Terkait masalah sampah, hingga berita ini diturunkan Pelabuhan Lembar relative bersih. Pasca Gempa, Dinas pariwisata berkerjasama dengan berbagai komunitas peduli pantai melakukan kegiatan pembersihan pantai di sejumlah destinasi wisata di Lombok. (novita-timedia. berbagai sumber)