120 Aktifis NTB Belajar ke Malaysia

Dari 413 pendaftar, sebanyak 120 aktifis dinyatakan lolos mendapatkan program Beasiswa S2 Pemerintah Provinsi NTB ke Malaysia. Hal tersebut dituturkan, Sri Hastuti N.A.S selaku sekertaris Lembaga Pengembangan Pendidikan (LPP) NTB kepada awak Media, (11/6).

“Awalnya hanya ada 20 kuota untuk Beasiswa ke Malaysia ini. Namun tim menyeleksi ada 120 aktifis pendaftar yang memenuhi kualifikasi dan Gubernur meminta kami memperjuangkan semuanya. Alhamdulillah yang lolos ada 120,” tutur alumni Monash University tersebut.

Lebih jauh Tuty menjelaskan ke-120 aktifis tersebut berasal dari berbagai organisasi, yayasan, maupun NGO baik formal maupun yang non formal.

Bahkan Tuty menuturkan, salah seorang awardee merupakan seorang anggota remaja masjid dan anggota Pokdarwis atau Kelompok Sadar Wisata yang ada di Desa. Tuty berjanji akan memberikan data detail penerima beasiswa di lain waktu.

“Kenapa beasiswa ini diperuntukan untuk aktifis? Karena sebelumnya beasiswa biasanya diberikan kepada akademisi, Gubernur kali ini ingin para aktifis juga mendapatkan kesempatan yang sama. Sehingga dapat memberikan kontribusi yang maksimal untuk daerah dan bangsa Indonesia,” jelasnya.

120 aktifis penerima beasiswa Malaysia ini sebelumnya telah melewati beberapa tahapan seleksi di antaranya, seleksi pemberkasan pada tanggal 20 Mei hingga seleksi wawancara pada tanggal 30 hingga 31 Mei 2019.

Berbeda dari seleksi beasiswa regular sebelumnya, beasiswa aktifis tidak disyaratkan untuk memiliki sertifikat bahasa seperti TOEFL maupun IELTS, melainkan MUET atau Malaysia University English Test.

Tes Bahasa Inggris ini biasanya dilakukan di Malasysia namun karena kerjasama LPP-NTB dengan Kementerian Pendidikan Malaysia, MUET akan dilakukan di Mataram dengan biaya hanya sebesar Rp. 1.100.000 dari biaya aslinya sekitar Rp. 3.000.000. Pemberangkatan sendiri akan dilakukan secara bertahap sesuai dengan kalender pendidikan di negara asal. (novita-tim media)