20.000 Beasiswa Bakat Digital dari Kemenkominfo

Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia (Kemenkominfo) RI akan menyediakan beasiswa bagi 20.000 generasi muda Indonesia melalui Digital Talent Scholarship atau Beasiswa Bakat Digital. Langkah ini bertujuan agar Indonesia dapat bersaing dengan negara-negara lain di era Revolusi Industri 4.0. Program itu akan dibuka pendaftarannya mulai 15 April 2019 mendatang.

“Pemerintah mengambil posisi untuk segera mungkin meningkatkan skill dan kompetensi, jadi bukan hanya pengetahuan, karena kalau pengetahuan bisa kuliah dengan gelar sarjana S1 dan S2, tapi kalau skill dan kompetensi, anak bangsa kita harus dilatih mempunyai skill dan kompetensi khusus di bidang teknologi,” kata Menteri Rudiantara. beberapa waktu lalu seperti dilansir www.kominfo.go.id, (14/3/19).

Mengenai keterampilan dan kompetensi yang dikembangkan dalam program itu, Menteri Rudiantara menyatakan pelatihan teknis meliputi bidang artificial intelligence, big data analytics, cloud computing, internet of things, cyber security, kebijakan digital, machine learning,
programming, coding, desain grafis dan animasi.

Menurutnya, Program Digital Talent merupakan upaya pemerintah menyiapkan talenta yang terampil agar Indonesia menjadi salah satu negara dengan ekonomi digital terbesar di Asia Tenggara pada tahun 2025 “Sekarang tahun 2019 ini, kita targetkan 25 ribu talenta, dan proses pendaftarannya melalui online di 25 kota dari 20 provinsi,” katanya.

Menteri Kominfo menjelaskan, ada tiga level yang menjadi tantangan untuk generasi muda Indonesia melalui Program Digital Talent Scholarship 2019, yaitu level teknisi, enginer dan chief.
Melalui tiga level tersebut.

“Kami berharap talenta Indonesia lebih giat bersaing khususnya di ASEAN. Kita masih kurang (SDM), karenanya beberapa unicorn yang besar itu justru mengambilnya dari luar negeri yaitu biasanya ke India atau ke Tiongkok. Namun kita punya keuntungan jumlah penduduk terutama generasi muda kita banyak, masa kita harus dari luar terus, setidaknya untuk level teknisi,” tegasnya.

Menteri Kominfo mengatakan, sejak tahun 2015 sampai dengan tahun 2030 nanti Indonesia membutuhkan sekitar 9 juta digital talent atau kurang lebih sekitar 600 ribu per tahun untuk berbagai level tersebut.Khusus untuk level chief diutamakan bagi start up yang selalu didorong oleh pemerintah.

 

“Jadi kalau dibandingkan dengan tahun 2019 sekarang ini, Kominfo merekrut sebanyak 25 ribu itu jauh daripada kebutuhan kita, tapi setidaknya kita harus mulai terlebih dahulu dalam mengembangkan sumber daya manusia Indonesia di bidang teknologi dan digital ini,” jelasnya. (Man- tim media kominfotik)