Api Padam, Semangat Zero Waste Membara !!!

Berhasil dipadamkannya kebakaran di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Regional Kebon Kongok membangkitkan semangat Provinsi NTB untuk terus menggenjot penerapan program Zero Waste. Target 70% pengelolaan dan 30% pengurangan sampah di tahun 2023 yang dicanangkan Gubernur dan Wakil Gubernur, Zul-Rohmi, harus direalisasikan secepatnya.

Untuk itu, Pemprov NTB berkomitmen  segera menjadikan TPA Regional Kebon Kongok menjadi Pusat Industri Pengolahan Sampah. Demi menghindari kembali terjadinya kebakaran di TPA seperti yang terjadi beberapa waktu lalu.

“Kami akan meningkatkan SDM, mencari investor, dan memperkuat kemitraan stakeholder yang terlibat,”  ujar  Sekda Provinsi NTB, Dr. Ir. H. Iswandi M.Si, selepas mewakili Gubernur NTB memimpin apel penutupan tim operasi penanggulangan kebakaran  di TPA regional Kebon Kongok, (4/11).

Sebelumnya, Lebih dari 95 orang saat ini bekerja di TPA Kebun Kongok. Oleh karena itu, Sekda berharap harus disediakan sarana dan prasarana yang memadai untuk pengolahan sampah dan pencegahan kebakaran. Termasuk sarana untuk pegawai.  Hal tersebut dinilai Sekda memiliki potensi ekonomi yg berharga. Tak hanya dari TPA saja melainkan juga dari rumah ke rumah yang mau memilah dan mengolah sampah.

Pemadaman TPA Kebon Kongok sendiri berakhir 3 hari lebih cepat dari yang telah ditargetkan. Target waktu sebelumnya adalah  15 hari, tapi bisa diselesaikan dalam waktu 12 hari saja. Dengan biaya yang dikucurkan hampir 750 juta. Oleh karena itu, Sekda menghimbau agar seluruh pihak bisa fokus menerapkan program Zero Waste, dengan melakukan pemilahan dan pengolahan sampah dari rumah.

Dikatakan Sekda, Terjadinya kebakaran di TPA Regional Kebun Kongok tersebut menjadi pelajaran berharga, sekaligus menjadi pecutan bagi Pemprov dan masyarakat NTB pada umumnya untuk lebih mau memperhatikan sampah. Dan memanfaatkan sampah menjadi sumber daya." Ungkap pak Is sapaan akrabnya. 

Sejauh ini, di TPA Regional Kebon Kongok sendiri sedang berlangsung proses pengolahan sampah menjadi bahan bakar dan  listrik. Proses tersebut merupakan proses pengubahan gas metana yang berasal dari sampah. 

Terkait hal itu,Kepala UPTD TPA Regional Kebon Kongok, H. Didik Mahmud Gunawan Hadi, menerangkan bahwa saat ini TPAnya menerima sampah mencapai 330 ton perhari. Dengan potensi tersebut, gas metana yang dipanen dapat memenuhi kebutuhan operasional untuk listrik berdaya 5.000 watt. Daya tersebut nantinya dapat disalurkan ke rumah-rumah warga sebagai pengganti bahan bakar." Terang Haji Didik.