Error message

Notice: Undefined offset: 1 in counter_get_browser() (line 70 of /home/diskominfotikntb/public_html/sites/all/modules/counter/counter.lib.inc).

ASN Prov. NTB Wajib Pakai E - Samsat Autodebet

Badan Pengelolaan Pendapatan Daerah NTB (Bappenda) memberikan informasi kepada seluruh karyawan Dinas Kominfotik NTB mengenai E - Samsat Autodebet ASN Lingkup Pemprov NTB yang berlangsung di halaman Kantor Diskominfotik NTB, Rabu (10/10).

Berdasarkan Instruksi Gubernur Nusa Tenggara Barat Nomor 31 Tahun 2018 tentang “Pembayaran Pajak Kendaraan Bermotor Aparatur Sipil Negara Lingkup Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat melalui transaksi non tunai (E - Samsat).

E - Samsat Autodebet ASN bertujuan untuk dapat meningkatkan ketepatan dan kecepatan waktu pembayaran pajak serta memberikan kemudahan pelayanan kepada wajib pajak.

Kepala Bidang Pengendalian dan Pembinaan (Dalbin) Bappenda NTB Muhammad Ikhwan menjelaskan betapa pentingnya melakukan pembayaran pajak kendaraan untuk dapat menaikkan fiskal daerah.

“Bappenda sekarang mencari cara agar dapat menaikkan fiskal daerah. Kami telah melapor ke pak Gubernur bahwa tingkat fiskal kita masih rendah, salah satunya agar dapat meningkatkan fiskal daerah dengan menaikkan PAD, salah satu sumber nilai PAD melalui pajak kendaraan, target kami saat ini 362 M,” jelasnya.

Pembayaran transaksi autodebet diproses dari penerimaan TKD ASN uang di transfer ke rekening yang bersangkutan dari Bendahara Umum Daerah (BUD), sehingga setiap ASN diwajibkan mendapatkan penerimaan TKD minimal senilai penerimaan satu bulan.

Selain itu Ikhwan juga berharap agar ASN dapat menjadi contoh kepada masyarakat agar dapat membayar pajak kendaraan bermotor, dan untuk pegawai kontrak dapat mendaftarkan kendaraan dengan menyerahkan foto copy notice pajak yang telah dibayar. 

“Kami berharap kepada ASN untuk melakukan pembayaran samsat melalui autodebet, dimana autodebet ini dari TKD akan diendapkan satu bulan sejumlah pajak kendaraannya, semoga ini bisa berjalan. Salah satu kewajiban kita adalah melakukan perintah pimpinan, pelaksanaan autodebet juga merupakan salah satu perintah pimpinan melalui instruksi Gubernur yang harus sama - sama kita taati”tuturnya. (ely - Tim media)