Error message

Notice: Undefined offset: 1 in counter_get_browser() (line 70 of /home/diskominfotikntb/public_html/sites/all/modules/counter/counter.lib.inc).

Baksos MNEK 2018: KRI dr. Soeharso (990) Berikan Pelayanan Terbaik

Kapal Republik Indonesia (KRI) dr. Soeharso (990) ikut andil dalam Multilateral Naval Exercise Komodo (MNEK) 2018 di Lombok,  Provinsi NTB. Di tahun ke-3 MNEK ini, Kapal Rumah Sakit TNI AL RI ini mengadakan bakti sosial kesehatan bertempat di Pelabuhan Carik KLU NTB. 

Dengan membawa 150 tenaga medis, dibawah komando Kepala Dinas Kesehatan dr. Andi Abdullah S.PoT Armada Timur Surabaya, KRI dr. Soeharso (990) memberikan pelayanan cek kesehatan umum, spesialis, operasi katarak, dan khitanan masal secara cuma-cuma kepada masyarakat KLU khususnya seputaran Pelabuhan Carik. Berkerjasama dengan dua puskesmas terdekat. 

"Baksos hari kedua ini kami telah melayani kurang lebih 400 pasien dan kami masih menunggu hingga sore. Diantaranya 58 pasien operasi katarak, 20an pasien poli gigi, serta 3-4 pasien bedah," jelas dr. Andi Abdullah kepada Tim Media (7/5).

Selain itu, KRI dr. Soeharso (990) juga memberikan penyuluhan dan

pemeriksaan masyarakat umum berupa deteksi kangker mulut rahim kepada 60 pasien serta pemasangan implan KB kepada 24 pasien.

"Kami juga memberikan penyuluhan kepada 115 anak-anak sekolah dasar, 400 lebih siswa SMP dan 200 lebih siswa SMA," imbuhnya. 

Meski bukan merupakan bakti sosial pertama bagi KRI dr. Soeharso (990), memberikan pelayanan kesehatan ke pulau-pulau terpencil atau yang terkenal dengan istilah Surya Baskara Jaya, para petugas medis selalu berusaha memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat. 

"Meski pun masih banyak kekurangan, kami berusaha untuk memberikan yang terbaik dalam baksos MNEK 2018 ini," tutur dr. Gede Parama Gandi.

Masyarakat Pelabuhan Carik sendiri merasa sangat terbantu dengan diadakannya bakti sosial yang merupakan bagian dari program MNEK 2018. Khususnya bagi para pasien katarak yanh mendapatkan operasi gratis. Hal tersebut diakui langsung oleh Papuq Maheni asal Seteluk. 

"Dokter dan perawatnya ramah-ramah. Seneng kita diobati dan dirawat di kapal ini!" serunya antusias dengan bahasa sasak. (tim media)