Bayi Tak Mau ASI atau Makan? Di Puskesmas Jawabannya

Laila Alvi Sahara (30) merasa hampir putus asa mendapati putri bungsunya, Syifa (1,5), belakangan jarang mau makan makanan yang dibuatkannya. Berbagai cara telah dilakukan ibu muda asal Dasan Agung ini untuk membuat anaknya mau melahap makanannya. Dari berusaha mengkreasikan menu hingga mengajak jalan-jalan. Namun putri keduanya tersebut tetap tak mau makan.

Kecemasan Alvi menemukan titik terang tak kala ia tak sengaja mengikuti acara Inspiratif Expo yang digelar Diskominfotik NTB pada Ahad pagi, (14/4) di Jl. Udayana Mataram. Saat itu Inspiratif Expo yang rutin digelar sejak tahun 2017 tersebut menampilkan bintang tamu Ni Luh Swandeni, seorang Konselor Pemberian Makan Bayi dan Anak atau PMBA Dinas Kesehatan Provinsi NTB.

"Dikes NTB telah membuka Klinik Laktasi Bagi ibu-ibu hamil 7 atau 8 bulan atau ibu-ibu yang memiliki balita. Klinik Laktasi ini ada di setiap puskesmas, dimana ibu-ibu bisa mengkonsultasikan segala macam hal mengenai ASI dan makanan bayi," ujar Luh Swadeni. 

Di belakang panggung, Luh Swadeni memberikan konsultasi lebih mendalam mengenai pentingnya ASI dan makanan bayi kepada beberapa masyarakat yang tertarik lebih jauh mengenai penjelasannya. Ia menyarankan kepada setiap orangtua yang memiliki masalah makanan pada bayi untuk jangan ragu datang ke Puskesmas dan mengkonsultasikannya.

"Di Puskesmas Sekarbele misalnya, kalau anak ibu tidak mau makan di sana ada program begibung anak yang bertujuan makan menjadi hal yang menyenangkan bagi anak," lanjutnya.

Lebih jauh, Ni Luh Swandani menjelaskan kepada masyarakat pentingnya ibu memberikan ASI dan makanan pendamping ASI atau MPASI kepada bayi dan anaknya, alih-alih memberikan susu formula.

"ASI dan MPASI itu yang paling penting. Susu formula bukan jalan keluar. Yang terpenting ibu memberikan ASI saat 6 bulan pertama. Tidak boleh apapun selain ASI dan setelahnya dapat dilanjutkan dengan memberikan MPASI. MPASI sendiri bisa dari makanan keseharian ibu-ibu di rumah yang terpenting terpenuhi 4 Bintangnya, karbohidrat, protein hewani, protein nabati dan sayurnya," jelas Luh Swadeni.

Pemberian ASI dan MPASI yang tepat ini ditekankan Luh Swadeni, dapat menghindari anak dari kasus stunting dan dapat menjadikan anak lebih cerdas sehingga kedepannya dapat mewujudkan Generasi Emas NTB.

"Jadi jangan ragu untuk datang ke Puskesmas ya!" tandasnya. (novita)