Berinternet dengan Sampah

Salah satu inovasi menarik masyarakat Desa Dasan Lekong dalam mendukung program Zero Waste adalah mengumpulkan sampah untuk ditukar dengan voucher internet.

Masyarakat terutama pelajar dan  pemuda dapat menukar sampah minimal 2 kg, dengan voucher internet  5 jam. "Tujuannya, agar masyarakat desa ini, peduli akan kebersihan desanya," kata Kades Dasan Lekong Lalu Muhamad Rajabul Akbar saat acara pertunjukan rakyat yang digagas Diskominfotik, Kamis (3/9/2019) di kecamatan Sukamulya Lotim.

Menurut Kades, untuk mendukung program internet desa ini, dianggarkan dari APBDes sebesar Rp 25 juta, dengan memasang antena relay wifi untuk memperkuat jaringan dibeberapa dusun sehingga jangkauan internet semakin luas.

Pria yang dilantik Kades awal 2018 lalu juga menjelaskan bahwa usaha internet desa ini adalah bagian usaha unit Multimedia untuk menunjang Bebas Sampah. Yang merupakan program unggulannya.

"Sejak awal sebelum jadi Kades, saya sudah punya niat, kalau terpilih langkah awal saya menjadikan Dasan Lekong Bebas Sampah," ungkap pria yang akrab di sapa Akbar ini.

Langkah awal tahun 2018 itu, dalam mewujudkan Desa Dasan Lekong Bebas Sampah, Kami mengumpulkan semua elemen masyarakat berkomitmen bersama mensukseskan program bebas sampah.

Terobosan terus dilakukan untuk mempercantik desa. Salah satunya anggaran digelontorkan untuk penanganan sampah dari APBDes 2018 sekitar Rp. 300 juta, untuk membentuk Bank Sampah. Pengelolaannya dibawah Badan Usaha Milik Desa (BUMDesa).

Secara terencana terus memberikan pemahaman kepada masyarakat agar mengubah cara berpikir dan tradisi membuang sampah sembarangan. "Kami terus melakukan sosialisasi gerakan kebersihan lingkungan melalui musholah dan rumah warga ," Katanya.

Jenis: