Bumdes Maju

Bumdes jika dikelola dengan management yang baik pasti hasilnya baik. Seperti yang sudah saya lihat di beberapa desa yang mengalokasikan dana desa untuk badan usaha milik desa (BUMDES), masih terbilang monoton seperti kebanyakan minimarket  milik pribadi lainnya. Sebagai contoh utama dalam barang yang di pasarkan seperti bahan  pangan atau  bahan  pokok itupun  masih tidak jauh beda harganya dengan kios yang ada disekitarnya.

Hal ini masih belum bisa dibilang efisien dalam  menggunakan dana desa kalo tujuannya untuk membantu  meningkatkan prekonomian  masyarakat. Menurut saya jika ingin meningkatkan  pendapatan masyarakat kenapa BUMDES tidak menjual jajanan khas daerah yang semakin lama semakin jarang kita temukan seperti   celilong, Ewel, Cerorot dan jajanan basah lainnya. Ini bisa kita kembangkan dengan cara memberikan modal pinjaman buat masyarakat untuk membuat usaha jajanan  khas tersebut dan dipasarkan ke minimarket BUMDES.

Tantangan bagi pengelolanya adalah bagaimana memasarkan jajanan  khas yang tidak bisa tahan lama tersebut biar efisien. Misalnya kita buat chanel pemasaran kesetiap pemuda/pemudi yang masih kuliah untuk memesan  jajanan catering box buat seminar dikampus atau bisa untuk acara rapat disetiap sekolah yang ada di desa tersebut. Nah mungkin ini bisa membantu meningkatkan pendapatan masyarakat dan  membantu melestarikan warisan nenek moyang kita. Yang terakhir adalah memasarkan hasil bumi contohnya aneka kripik seperti  kripik pisang, ubi, nangka, dll. Hal ini bisa membantu para petani untuk mendapatkan uang tambahan selain dari hasil menanam  padi atau  tanaman lainnya.

Jenis: