Error message

Notice: Undefined offset: 1 in counter_get_browser() (line 70 of /home/diskominfotikntb/public_html/sites/all/modules/counter/counter.lib.inc).

Capaian Dinas Kesehatan Selama 5 Tahun Terakhir

Dinas Kesehatan provinsi NTB terus berupaya meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Berbagai program dan kegiatan strategis telah dilaksanakan selama kurun waktu 5 tahun terakhir mulai 2013-2018. 

Berbagai capaian yang berhasil diraih terdiri dari 5 indikator antara lain, berhasil meningkatkan umur harapan hidup (UHH)provinsi NTB, meningkatkan prevalensi kurang gizi, peningkatan kualitas pelayanan kesehatan, peningkatan kualitas sanitasi dasar, serta pencegahan dan pengendalian penyakit.

"Keberhasilan tersebut merupakan kerja keras kita selama kurun waktu 5 tahun terakhir," terang Plt kepala Dinas Kesehatan provinsi NTB Marjito,S.Si.,SKM, M.Kes. Saat menggelar jumpa pers bersama puluhan awak media di ruang media center kantor Gubernur NTB, Rabu (23/05).

Untuk Umur Harapan Hidup (UHH) provinsi NTB. Jika dilihat dari perkembangan sejak tahun 2013, mengalami peningkatan dari 64,74 tahun menjadi 65,55 tahun atau bertambah 0,81 tahun, dengan rata-rata pertumbuhan sebesar 0,30 persen pertahun. UHH ini merupakan salah satu komponen pembentuk IPM selain Harapan Lama Sekolah (HLS), Rata-rata Lama Sekolah (RLS) dan pengeluaran perkapita per tahun. Peningkatan UHH ini membawa provinsi NTB menaiki tangga peringkat IPM ke-29 dari 34 provinsi di indonesia. 

Indikator lain dalam mengukur keberhasilan Dinas Kesehatan NTB adalah prevalensi kurang gizi. Sejak tahun 2013 angka prevalensi kurang gizi terus mengalami peningkatan secara signifikan. Di tahun 2016 prevalensi kurang gizi meningkat dari 20,2 % menjadi 22,6 %  pada tahun 2017. 

"Dinas Kesehatan tidak bisa berjalan sendiri. Dibutuhkan upaya menyeluruh dan terintegrasi dengan melibatkan stakeholder terkait," imbuh Marjito. 

Selain masalah kurang gizi. Masalah gizi lain yang mengemuka adalah STUNTING "kependekan" yaitu kondisi gagal tumbuh pada anak balita akibat kekurangan gizi kronis sehingga tubuh anak terlalu pendek untuk usianya. Prevalensi Stunting tertinggi berada di kabupaten Sumbawa yaitu 41,9 %, disusul Lombok Tengah 39,9%, Dompu 38,3%, kota Mataram 37,8%, Lombok Utara 37,6%, Kab. Bima 36,6%, kota Bima 36,3%, Lombok Barat 35,1%, dan terendah di kabupaten Sumbawa Barat yaitu 32,6%. 

Sementara indikator lainnya seperti cakupan jamban keluarga pada tahun 2017 sebesar 82,67 %, capaian ini melampaui target RPJMD sebesar 4,6 % dan meningkat dibanding tahun 2016 yakni sebesar 79,29 %. Kabupaten dengan cakupan tertinggi adalah kabupaten Sumbawa Barat yakni 100%, dan telah ditetapkan sebagai kabupaten BASNO (Buang Air Besar Sembarangan Nol) atau ODF ( Open Defecation Free). Sementara kabupaten dengan cakupan terendah adalah kabupaten Lombok Timur yaitu 75,41%. Sedangkan jumlah desa yang mencapai BASNO tahun 2017 sebanyak 495 desa.

Pada peningkatan kualitas pelayanan kesehatan. Dinas Kesehatan berhasil meningkatkan jumlah pelayanan kesehatan seperti rumah sakit dan puskesmas. Jumlah RS di NTB sebanyak 30, terdiri dari RS Pemerintah sebanyak 17, dan RS Swasta sebabnyak 13. Sementara jumlah puskesmas sebanyak 168 puskesmas yang tersebar di 10 kabupaten dan kota, terdiri dari 116 puskesmas rawat inap dan 52 puskesmas non perawatan.

Untuk pencegahan dan pengendalian penyakit meliputi imunisasi dasar lengkap (IDL) pada tahun 2017 telah mencapai 100%, capaian ini melebihi target yang ditetapkan yaitu sebesar 95%, dan membuat NTB menduduki peringkat ke -3 secara nasional  setelah provinsi Jambi dan Sulawesi Selatan. Pada tahun 2017 provinsi NTB ditunjuk sebagai provinsi lokasi introduksi imunisasi PCV (Pneumococcal Conjugate Vaccine ).  

Sementara terkait pengendalian penyakit. Provinsi NTB berhasil mempertahankan daerah bebas rabies selama 10 tahun terakhir dengan implementasi konsep One Health. Semua kabupaten/kota di NTB berhasil mempertahankan sebagai daerah bebas Filariasis. NTB bebas antraks dan bebas kasus flu burung sepanjang tahun 2013. Dan berhasil dalam pengobatan TBC dengan target SR 90 %. (Tim Media).