Cegah Gangguan Pendengaran Dengan Rutin Periksa THT

Gangguan pendengaran (tuli) bisa menghambat produktifitas sehari-hari. Terutama dalam berkomunikasi secara verbal, akan terjadi salah memaknai pesan. Karena itu, penting untuk menjaga kesehatan pendengaran. Salah satunya adalah dengan pemeriksaan secara rutin ke dokter Telinga Hidung Tenggorokan (THT).

"Menjaga pendengaran tetap terjaga adalah dengan rutin periksa ke dokter THT setiap enam bulan sekali,"ujar ketua Ikatan Dokter Spesialis THT Indonesia dr. Hamsu, S.P., THT KL. M. Kes. dalam kegiatan Inspiratif Expo Dinas Kominfotik NTB, Ahad ( 10/03).

Lebih lanjut Hamsu mengatakan, berbagai faktor dapat mempengaruhi gangguan pendengaran diantaranya karena terlalu lama mendengar kebisingan dan tidak menggunakan pelindung, infeksi sederhana karena batuk pilek yang tidak diatasi, diabetes melitus, tekanan darah tinggi dan gangguan pendengaran sejak lahir. 

"Paling banyak yang terkena gangguan pendengaran ini usia diatas 40 tahun," terangnya lagi.

Hamsu juga menerangkan, jumlah kasus gangguan pendengaran diseluruh dunia tercatat sekitar 5,6 persen atau sebanyak 350 juta orang terkena gangguan pendengaran. "Jumlah ini lebih banyak daripada jumlah penduduk Indonesia. Ini menyerang siapa saja, mulai anak-anak hingga orang dewasa bahkan orang tua. Paling banyak karena infeksi virus rubella,"jelasnya.

Untuk dokter spesialis yang melayani penyakit seputar telinga, hidung, tenggorokan serta kepala dan leher yang disingkat THT KL ini masih sangat terbatas. Di Indonesia sendiri baru sekitar 20 cabang dokter spesialis THT KL. Sedangkan di NTB hanya ada sekitar 13 dokter spesialis THT KL yang tersebar di seluruh kabupaten/kota se-NTB. 

Dalam kegiatan IE tersebut, sebanyak 10 dokter spesialis di terjunkan untuk membantu melayani masyarakat yang ingin berkonsultasi secara gratis seputar kesehatan pendengaran. Selain itu, ada juga pembagian 5 voucher gratis senilai Rp. 200.000 dari dr. Hamsu sebagai pengganti biaya pemeriksaan pada setiap jam praktiknya dengan fasilitas tanpa antri, voucher itu juga berlaku selama tidak rusak. Pelayanan konsultasi pendengaran gratis ini juga sekaligus memperingati hari pendengaran sedunia yang jatuh setiap tanggal 3 Maret. (luk-tim media).