Cerita Awardee Beasiswa Pemprov NTB di Polandia

Program 1.000 Cendekia yang dilaksanakan oleh Pemerintah Provinsi NTB dibawah kepemimpinan Gubernur dan Wakil Gubernur NTB, Zul-Rohmi, adalah salah satu program yang berdampak langsung terhadap warganya. Sri Trisnayanti (25) gadis kembar tiga asal Desa Lantan Kecamatan Batukliang Utara Lombok Tengah adalah salah seorang warga NTB yang terpilih mendapatkan beasiswa tersebut. Pada gelombang 1 tahun lalu, Tanti panggilan akrabnya dikirim untuk menyeselaikan pendidikan masternya di Vistula University Polandia mengambil jurusan Tourism Management. Pengabdian Tanti terhadap Desa dimana ia dilahirkan dan dibesarkanlah yang mengantarkannya mendapatkan Beasiswa tersebut. 

Sebelum terpilih sebagai salah satu penerima beasiswa Gubernur NTB, Tanti bersama kedua kembarannya yang lain dan pemuda pemudi di desanya membangun Lentera Teras Foundation (LTF). Sebuah Non Government Organization (NGO) yang bergerak di bidang pemberdayaan Masyarakat. LTF sendiri memiliki beberapa program diantaranya, Teras baca yaitu taman baca untuk anak, Teras pintar dengan aktivitas belajar aneka kesenian tradisional, social project, kelas alam, games, dan kegiatan positif lain untuk anak-anak. Sementara untuk dewasa, LTF memiliki program Teras eco-crafting yaitu kegiatan pengolahan sampah plastik menjadi barang bernilai ekonomis. Hal yang membuat LTF cepat menyentuh hati masyarakat adalah dengan mengajak orangtua murid-muridnya untuk melakukan kegiatan yang berdampak langsung kepada perbaikan ekonomi mereka. “Dengan begitu akan lebih mempermudah kami menarik anak-anaknya untuk mau belajar bersama kami," tutur dara manis kelahiran 1994 tersebut. Lebih jauh, Tanti yang kini tinggal di Kota Warsaw Polandia tersebut menuturkan, dibentuknya LTF berangkat dari keprihatinannya terhadap tingginya angka pernikahan usia anak di desanya. Dengan aneka program LTF, Tanti ingin menunjukan bahwa belajar tak hanya sekedar datang ke sekolah, masuk kelas, dan mendengarkan guru menjelaskan pelajaran. Namun, belajar lebih luas dan lebih menyenangkan dari itu. 

"Dengan belajar secara menyenangkan, kami berharap dapat mengurangi keinginan anak-anak untuk menikah dan mencintai kegiatan belajarnya. Karena sebagian besar kan setelah menikah mereka akan putus sekolah. Dengan mendapatkan beasiswa ini, saya juga ingin menjadi contoh bagi Adik-adik di di sana kalau lebih baik mengejar mimpi dan merangkai masa depan yang indah terlebih dahulu," tuturnya. Mendirikan LTF rupanya merupakan imbas dari kegemarannya berorganisasi sejak duduk di bangku kuliah. Tanti yang merupakan Lulusan Pendidikan Bahasa Inggris Universitas Mataram tahun 2016 tersebut, dulu aktif di dalam kepengurusan UKM Argument, sebuah club debate Bahasa Inggris mahasiswa. Selain mendirikan LTF, Tanti juga mendirikan CLDC (Central Lombok Debate Community), anggota ILMU (Ikatan Alumni Yanmu) NW Praya, dan anggota Tete Bridging Future, serta Bale Lantan. 

Vistula University tempat dia kuliah, Tanti tetap aktif berpartisipasi dalam berbagai organisasi, seperti APSA (Asian Pacific Student Association), Vistula Program, Persatuan Pelajar Indonesia (PPI) Polandia, dan Nustara Fundacja. "Kemarin aku ikut lomba APSA dalam Culture Festival tentang persentasi budaya lain. Aku persentasi in budaya Pakistan dan Alhamdulillah dapet juara 3. Di sini aku juga sempet dapet award sebagai ambassador aktif untuk kampus. Pokoknya prinsipku ingin selalu berprestasi dimanapun," jelas Tanti. 

Meskipun Gubernur NTB tidak mengharuskan penerima beasiswa dalam program Unggulan 1.000 cendekia untuk kembali ke daerah asal mereka. Tetapi, Tanti tetap memiliki harapan dapat kembali ke Desanya dan membuat LTF semakin lebih berkembang besar. Ia ingin mengamalkan ilmu yang ditimbanya selama di Polandia, sehingga Desanya dapat berkembang menjadi Desa Wisata yang memiliki keuntungan jangka panjang, ekonomi masyarakatnya bertambah baik, dan angka pernikahan usia anak dapat dientaskan.  "Gak harus balik ke daerah lagi kan, karena bakerja dimanapun para penerima beasiswa Gubernur telah membawa harum nama NTB. Tapi salah satu keinginan saya dapat kembali ke Desa, menjadi dosen, dan membangun masyarakat lewat Lentera Teras Foundation. Karena membangun Desa merupakan sebuah pekerjaan yang panjang. Saya sangat senang kalau orang lain bisa tersenyum karena hal yang saya lakukan" tandasnya

 

Jenis: