Dari Diskusi Publik, "Apa Kabar Perempuan NTB ? "

Dalam setahun pasangan Gubernur NTB, Dr. Zulkieflimansyah dan Wakil Gubernur Dr.Hj.Sitti Rohmi (Zul-Rohmi) memimpin pemerintahan, ternyata 4 (empat) komitmen dari 15  komitmen untuk NTB Gemilang yang ditetapkan sebagai indikator strategis didalam RPJMD NTB Tahun 2019-2023 , telah berhasil diwujudkan bahkan melampui target yang ditetapkan.

Empat indikator yang telah terpenuhi tersebut, yakni pertumbuhan ekonomi; pengendalian inflasi; indeks reformasi birokrasi dan persentase balita stunting.

"Kalau dipersentasekan maka 4 indikator dari 15 indikator itu, setara dengan 26,67 persen", ungkap Sekretaris Bappeda, Retno Untari, S.Si., M.Kes. pada pemaparannya saat diskusi publik dengan tema “Apa Kabar Perempuan NTB?” yang digelar Forum Peduli Perempuan, Anak dan Kelompok Marginal (Forpakem) Nusa Tenggara Barat (NTB). Diskusi ini sekaligus refleksi satu tahun kepemimpinan Gubernur dan Wakil Gubernur NTB, H. Zulkieflimansyah-Hj. Sitti Rohmi Djalilah (Zul-Rohmi) dalam perspektif kesejahteraan perempuan, yang digelar di Ruang Pejanggik Hotel Lombok Raya Mataram (Kamis,10/10-2019). 

Ia menjelaskan meski NTB sempat diguncang Gempa sejak tahun lalu yang meluluhlantahkan sejumlah infrastruktur dan fasilitas sosial ekonomi, akan tetapi dengan langkah recovery yang cepat, ternyata ekonomi NTB hingga triwulan II tahun ini  tumbuh lebih besar  3,06 persen dibandingkan tahun lalu. Demikian juga inflasi bulan Juni 2019 sebesar 0,54 persen. Kasus stunting atau balita pendek dan sangat pendek turun dari 37,2 persen menjadi 30,8 persen. Sementara itu indeks reformasi birokrasi Nusa Tenggara Barat  mendapat predikat B di tingkat Nasional.

Dibalik Kemajuan NTB dalam satu tahun Kepemimpinan Gubernur Bang Zul-Umi Rohmi itu,  tak lepas dari peran-peran perempuan hebat di dalamnya. Bukan hanya Ummi Rohmi sebagai Wakil Gubernur, tak sedikit pula perempuan lain yang menempati posisi strategis dalam periode pemerintahan ini. Misalnya Ketua DPRD NTB, Baiq Isvie Rupaidah, sejumlah anggota DPD dan DPRRI Wakil NTB di senayan juga perempuan. Ditataran birokrasi provinsi NTB, setidaknya tercatat 6 orang perempuan yang menduduki jabatan strategis sebagai Kepala perangkat Daerah atau Pejabat pimpinan tinggi pratama.  Serta sejumlah ketua-ketua organisasi politik, Pengusaha dan organisasi kemasyarakatan lainnya yang dipimpin perempuan.

Bagi Wakil Gubernur Umi Rohmi, sejumlah nama diatas disebutnya sebagai perempuan-perempuan hebat yang ikut berkontribusi besar dalam mewujudkan NTB Gemilang kedepan.

"Semakin banyak perempuan ikut berperan dalam pembangunan membuktikan bahwa  kehadiran perempuan NTB tidak bisa disepelekan", tegas Umi Rohmi. Tapi bukan berarti bapak-bapaknya tidak bagus. Sinergitas itu penting. Tapi jangan sekali-kali menafikan perempuan!” seru Wagub disambut riuh tepuk tangan peserta.

PEREMPUAN MASIH HARUS BERJUANG

Sejumlah Pemateri hadir untuk menyampaikan gagasannya pada diskusi publik yang banyak menyedot perhatian para aktivis di Hotel Lombok Raya Mataram (Kamis,10/10-2019).
 
Diantaranya Ririn Hayudiani, salah seorang pegiat sosial dari Sekolah Perempuan. Ia masih melihat adanya fenomena yang mengharuskan perempuan masih harus memperjuangkan kesetaraan. Menurutnya, meski semakin banyak perempuan NTB yang menempati posisi strategis di pemerintahan, namun perempuan disejumlah tempat, khususnya di desa-desa masih harus memperjuangkan kesetaraan dalam pendidikan. 

Oleh karena itu, Ririn bersama teman-temannya tengah berjuang melalui program pendidikan adil gendre bagi perempuan. 

Meski Program yang dijalankannya, masih  seringkali mendapat penolakan dari sejumlah kalangan,  karena masih menganut budaya patriarki yang sangat kental. Namun ia optimis dengan perjuangan yang tak kenal lelah, didukung sinergi semua stakholder, maka kemajuan perempuan NTB akan semakin baik ke depannya.

Di bidang sosial, Ketua Bhayangkari Cabang Bima yang akrab disapa Lina Bagus mewakili Ketua Bhayangkari Daerah NTB Dra. Hj. Shinta Nana Sudjana mengatakan, organisasi perempuan memang lebih banyak fokus pada kegiatan social.

Hal ini sebagai bentuk peran dalam usaha kesejahteraan dan kesetaraan bagi kaum perempuan dalam pembangunan.
“Kami biasanya bekerjasama dengan puskesmas untuk melakukan pengecekan dini kanker payudara dan pemeriksaan ISPA. Biasanya kegiatan ini kami lakukan saat hari ulang tahun Bhayangkari. Kami minta bantuan para Bhabinkamtibmas dan kepala desa, untuk mendatangkan ibu-ibu dan remaja putri,” tuturnya.

“Satu lagi yang kami juga sudah lakukan, adalah melakukan jemput bola untuk pembuatan akta kelahiran. Dalam hal ini kami banyak dibantu oleh para Bhabinkamtibmas, untuk mendata yang akan dibuatkan akta kelahiran,” imbuhnya. 

 (novita@diskominfo)