Darul Falah, Antara Modern dan Salafi

Sejak pagi alunan ayat suci Al Quran terdengar sayup sayup dari dalam komplek Pondok Pesantren Darul Falah, Pagutan, Kota Mataram. Rangkaian Haul 26 TGH Abhar Muhidin, pendiri pesantren NU ini digelar hari ini (Rabu, 12/06).

Tema Momentum Silaturrahmi bertemunya ribuan jamaah dari seluruh Lombok.

Gubernur Dr Zulkieflimansyah menghadiri Haul yanh dirangkai dengan pengajian umum dan istighosah. Pesantren Darul Falah menerapkan sistem pendidikan modern dengan tetap meneguhkan akhlak salaf. Pada kesempatan itu, Gubernur memuji aplikasi industrialisasi yang dilakukan oleh pesantren dalam pengembangan usaha air kemasan.

Perintisan pesantren yang dilakukan TGH Abhar Muhiddin awalnya merupakan forum pengajian kecil di depan rumahnya.

Sekembali dari tanah suci Mekkah, berbagai desakan serta keinginan dari masarakat, meminta TGH Abhar membuka sebuah pengajian di bawah bimbingannya. Ahirnya dia mulai membuka pengajian yang mengambil lokasi di serambi rumah beliau yang sangat kecil, hanya berukuran 6 x 3 meter persegi.

Oleh Tuan Guru Abhar tempat pengajian tersebut diberi nama Darul Falah. Pengajian tersebut dimulai pada 29 Rajab 1376 Hijriah bertepatan dengan 1956 Masehi.

Pada awal berdirinya, Darul Falah hanya memiliki 35 santri yang terdiri dari 30 laki-laki dan 15 perempuan yang berasal dari wilayah Lombok Barat, Lombok Tengah, dan Lombok Timur. Sekalipun demikian semangat santri sangat tinggi, siang malam para santri mengaji dengan tekun, tanpa ada libur kecuali hari-hari libur nasional.

Karena Pondok Pesantren Darul Falah didirikan dengan keyakinan dan keikhlasan lillaahi ta’aala (semata-mata karna Allah), maka lambat laun seiring berjalannya waktu Darul Falah mulai menampakkan tanda-tanda kemajuannya. Hal ini terbukti dengan makin banyaknya santri yang masuk pada setiap tahun.

Sesuai kebutuhan masyarakat, Tuan Guru Abhar mengembangkan pesantren hingga kini menjadi salah satu pesantren dengan sistem pendidikan terbaik. Bahkan, pada 2015 lalu, pendidikan umum yang diselenggarakan oleh pesantren diganjar penghargaan oleh Mendikbud Anies Baswedan sebagai salah satu penyelenggara pendidikan terbaik di Lombok.

Polesan tangan dingin Tuan Guru Abhar menjadikan Pesantren Darul Falah saat ini memiliki berbagai jenjang pendidikan umum berbasis pesantren. Mereka tidak hanya diajarkan ilmu-ilmu agama dan tradisi pesantren, tetapi diperkuat dengan pengetahuan umum agar santri tetap mampu mengkuti perkembangan zaman.(Jem-Tim Media)