Desa Kembang Kuning Sinyal Industri Pariwisata NTB Bangkit

Berbicara mengenai Pariwisata, mungkin tidak ada salahnya jika NTB dinisbatkan sebagai tujuan destinasi wisata yang layak untuk diperhitungkan baik dalam skala nasional maupun internasional. NTB yang sudah lama membangun pariwisatanya kini tak henti-hentinya melakukan berbagai gebrekan inovasi dalam mengembangkan sektor pariwisata dalam berbagai aspek. Jika tahun-tahun sebelumnya NTB hanya berfokus pada pengembangan sektor pariwisata yang lebih bercorak Sumber Daya Alam. Maka kini tentunya sudah sedikit agak bergeser. Hal ini dapat kita lihat banyak sekali bermunculan objek-objek wisata baru seperti desa wisata, spot-spot foto menarik yang dihias sedemikian rupa atau bahkan wisata dalam bidang kuliner. Dan yang lebih banyak bermunculan saat ini tentunya adalah desa pariwisata. 

Betapa tidak kehadiran bebarapa desa wisata ini tentunya akan memiliki dampak yang sangat luar biasa sekali dalam berbagai sektor, baik itu sektor ekonomi, sosial budaya, dan politik. Desa Kembang Kuning contohnya yang terletak di Kecamatan Sikur Lombok Timur telah menjadi saksi bahwa pariwisata NTB bangkit untuk bersaing dikancah dunia. Desa Kembang Kuning masuk nominasi desa wisata (Dewi) ke 28 yang berhasil lulus seleksi administrasi dari 158 desa yang berlaga di Lomba Desa Wisata Nusantara 2019 tingkat nasional. Tentunya ini merupakan sebuah prestasi yang luar biasa mengingat sangat banyak sekali desa-desa di seluruh Indonesia yang memiliki potensi serupa namun Desa Kembang Kuning berhasil membuktikannya dan masuk dalam daftar desa wisata yang patut diperhitungkan.

Beberapa hal yang membuat Desa Kembang Kuning menjadi destinasi wisata yang ramai dikunjungi khusnya oleh para wisatawan mancanegara adalah karena para tourist lebih gemar melihat warga yang masih mempertahankan nilai-nilai lokalnya. Baik itu berupa adat istiadat yang masih terjaga dengan baik, alamnya, maupun arsitektur bangunan rumah warganya yang dapat langsung dijadikan home stay yang tentunya memiliki daya tarik bagi wisatwan mancanegara. Tidak hanya itu, local genius masyarakatnya seperti keramah-tamahan dalam menyambut dan menerima tamu menjadi daya tarik tersendiri yang tidak bisa dibeli dengan apapun.

Terlepas dari itu semua kehadiran desa wisata ini tentunya harus didorong dengan pengelolaan BUMDes yang baik dan kompeten termasuk bagaimana kemudian mengelola aset-aset yang dimilki oleh desa sehingga bisa memberikan nilai positif khususnya dalam bidang ekonomi kepada masyarakat. Pengelolaan BUMDes ini sendiri tentunya akan berjalan apabila didorong oleh program-program yang berbasis kerakyatan. Pengembangan desa wisata contohnya. Disinilah dibutuhkan andil pemerintah yang lebih besar untuk bagaimana kemudian memberikan penyuluhan terkait dengan pengembangan potensi yang ada dalam suatu desa. Karena jika kita melihat banyak sekali desa-desa di Nusa Tenggara Barat ini yang memiliki potensi besar untuk kemudian dapat dijadikan sebagai desa wisata. Desa-desa tersebut memiliki keanekaragaman dan keunikan masing-masing sehingga dapat menjadi daya tarik bagi semua orang. 

Tidak hanya terlepas dari bagaimana kemudian pemerintah NTB memberikan penyuluhan atau sosialisasi dalam pengembangan potensi desa, akan tetapi juga penting dilakukan apresiasi kepada daerah-daerah khususnya yang telah mampu mengembangkan sektor pariwisatanya. Seperti dengan memberikan hadiah berupa dana pengembangan desa atau dalam bentuk penghargaan-penghargaan lainnya. Dengan begitu, maka tentunya para warga yang ada di desa tersebut akan semakin bersemangat dan gencar dalam memberikan inovasi atau pengembangan terkait desa wisata yang telah mereka rintis. Tidak hanya itu, dengan adanya reward-reward seperti ini maka tentunya akan memancing daerah-daerah lain yang belum bisa mengelola desanya untuk menjadi desa wisata, semakin bersemangat untuk kemudian hadir menjadikan daerahnya sebagai tujuan wisata selanjutnya dan bersaing dengan daerah-daerah lainnya yang lebih dulu berhasil mengembangkan potensi wisatanya.

Semoga dengan adanya program 99 Desa Wisata yang dirintis oleh Gubernur NTB Zul-Rohmi, maka akan semakin menjadi pemantik untuk kemudian NTB bisa dikenal dikancah nasional maupun dunia dan bisa mengalahkan desa-desa lainnya seperti yang ada di Bali, Malang, Jogja dan daerah lainnya.

Jenis: