Desa Tangguh Bencana

Desa tangguh bencana dimana sebuah desa mengurangi dampak atau mencegah bencana sebelum terjadi. Bencana biasanya terjadi karna kebanyakan oleh perbuatan manusia seperti tidak memperhatikan lingkungan sekitar, sebagai contoh kecilnya adalah banjir bandang yang sering terjadi karna menumpuknya sampah di saluran irigasi. Mengatasi banjir sangat perrlu diperhatikan dengan membuat Tempat Pembuangan Sampah Akhir (TPA) di setiap desa. Hal ini yang masih banyak tidak diperhatikan oleh pejabat desa, masih banyak penumpukan sampah dipinggir jalan atau di saluran irigasi.

Hal ini selain dampaknya buruk ketika musim hujan, dampak lainnya juga tidak enak dipandang mata. Oleh sebab itu penanggulangan bencana harus di mulai dari masyarakat dengan mensosialisasikan bahwa sampah sangat berdampak buruk bagi alam atau lingkungan sekitar. Dengan membuatkan  tempat pembuangan sampah di tiap dusun dengan desain yang menarik mungkin masyarakat dari yang tua, muda, sampai anak kecil mau dan semangat membuang sampah  pada tempatnya seperti desain tong sampah di bawah ini.

Adanya tong sampah seperti ini mungkin mampu membangkitkan semangat anak muda milenial untuk membuang sampah pada tempatnya. Setelah adanya tong sampah kreatif ini pihak desa juga harus membuatkan petugas yang mengangkut sampah-sampah ke tempat pembuangan akhir (TPA).  Hal ini tujuannya agar sampah tidak menumpuk pada satu  tempat saja (tong sampah) dan di TPA ini kita bisa memilih sampah plastik yang bisa dimanfaatkan untuk di daur ulang menjadi hal yang berguna atau bisa di jual langsung ke pengepul sampah plastik. TPA sangat membantu masyarakat untuk membuang sampah dan  mencari nafkah seperti kebanyakan terjadi di kota-kota besar. Selain memanfaatkan sampah plastik kita juga bisa memanfaatkan sampah sisa makanan atau sayuran untuk diolah menjadi pupuk organik dengan mengajarkan ke masyarakat cara membuat pupuk organik dengan  mendatangkan mentor kesetiap dusun sebagai pengajar. Dengan ini kita bisa sama-sama membangun desa yang bersih, maju, dan masyarakat millenial yang paham pentingnya menjaga alam.

 

Jenis: