Entaskan Kemiskinan Menuju NTB Gemilang

Angka kemiskinan Pasca Gempa Bumi berdasarkan hasil perhitungan Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi NTB periode September 2018 dari 14,75 % menjadi 14,63%. Penurunan angka kemiskinan di tahun 2018 ini menunjukkan bahwa penanganan bencanan gempa bumi berhasil dilakukan oleh pemerintah dengan baik.

Salah satu langkah pengentasan kemiskinan di NTB yang telah dibentuk Bappeda NTB adalah 13 Program Prioritas Pembangunan NTB. Nuryanti, SE., ME,  Kepala Bidang Perencanaan Pembangunan Ekonomi BAPPEDA NTB menjelaskan bahwa pada tahun 2018 Bappeda telah membentuk 7 program prioritas pembangunan NTB yang kemudian berkembang menjadi 13 program di tahun 2019. Telah dipilih 100 desa dengan jumlah penduduk miskin terbanyak.

"Telah dipilih desa yang memiliki tingkat kepadatan jumlah penduduk miskin terbanyak yakni sebanyak 100 desa, jumlah penduduk miskin terbanyak ada di Kabupaten Lombok Timur, Lombok Tengah dan Lombok Barat" jelasnya dalam gelaran Focus Group Discussion (FGD) Balai ITE Dinas Kominfotik NTB yang berlangsung di Gazebo Balai ITE, Rabu (20/02). 

Adapun 13 program prioritas pembangunan NTB 2019 yakni Kelompok Usaha Bersama, Bumdes, Desa Wisata, Jamban Keluarga, Air Bersih, Listrik Murah, Rumah Layak Huni, Kawasan Rumah Pangan Lestari, Pertanian Konservasi, Budidaya Udang Vaname, Motorisasi Nelayan, Bank Sampah dan Bantuan Non Tunai Bersyarat.

Desa wisata menjadi salah satu program yang telah digaungkan sejak tahun 2017. Adanya program desa wisata ini memberikan ruh pariwisata pada masyarakat sekitar terutama anak muda untuk dapat menghasilkan berbagai kreatifitas, selain itu memberikan kesadaran kepada masyarakat bahwa pentingnya kebersihan lingkungan, kreatifitas dan produktifitas untuk membuat desa wisata yang dapat mengundang wisatawan.

"Semoga desa wisata sebagai salah satu penanggulangan kemiskinan dapat dirasakan oleh seluruh masyarakat sekitar" tutupnya. (ely - Tim media)