Gubernur Apresiasi SMEETON Diskominfotik

Dalam tiga bulan terakhir, koordinasi program kerja pemerintah lebih banyak dilakukan melalui tatap muka dalam jaringan. Hal ini mengingat kondisi pandemic Covid 19 yang mengharuskan penjarakan atau physical distancing bagi setiap individu. Terlebih dengan adanya himbauan Work From Home (WFH) membuat pemerintah mencari solusi komunikasi. Aplikasi SMEETON (System Meeting Online) kerap digunakan untuk berkoordinasi. Bahkan Gubernur NTB, Dr Zulkieflimansyah mengapresiasi aplikasi video conference besutan Dinas Komunikasi Informasi dan Statistik NTB itu yang dinilai sangat membantu kerja pemerintah.

Gubernur Dr Zulkieflimansyah mengatakan, pandemi Covid 19 yang terjadi saat ini membuat pemerintah harus tetap berkomunikasi mengatasi permasalahan yang ada. Pemerintah pusat maupun daerah tetap harus melaksanakan program kerja dan melakukan upaya mengatasi persoalan akibat pandemi dengan tidak mengabaikan protocol kesehatan seperti tidak menggelar kegiatan yang mengumpulkan orang atau menjaga jarak antar individu. Dengan pertemuan dan koordinasi antar stakeholder melalui jaringan internet selain efektif dan efisien juga cara beradaptasi dengan memanfaatkan teknologi informasi.

“Terimakasih kepada Diskominfotik NTB yang telah memfasilitasi terselenggaranya video conference ini. Kita memang harus beradaptasi dengan keadaan dengan memanfaatkan teknologi yang ada agar tetap bekerja melayani masyarakat”, ujar Doktor Zul di depan Bupati dan Walikota se NTB melalui layar besar di ruang rapat Gubernur beberapa waktu lalu. 

Kepala Dinas Komunikasi Informasi dan Statistik NTB, I Putu Gede Aryadi mengatakan, aplikasi SMEETON ( System Meeting Online) memang sengaja disiapkan oleh Diskominfotik untuk melakukan pertemuan dan koordinasi pemerintah propinsi saat pandemic. Gde menambahkan, aplikasi ini sudah dikerjakan sejak awal Maret untuk kemudahan komunikasi di internal pemerintah propinsi NTB. Pertamakali digunakan oleh Wakil Gubernur NTB, Hj Sitti Rohmi Djalillah ketika melakukan koordinasi dengan beberapa institusi Kesehatan seperti rumah sakit. Sejak itu, aplikasi SMEETON sebagai alternative aplikasi video conference banyak digunakan oleh pimpinan daerah dalam melakukan rapat koordinasi. Beberapa instansi lain juga minta difasilitasi oleh Diskominfotik untuk tatap muka daring seperti Korem 162 Wirabhakti. 

“Setidaknya sebagai alternatif aplikasi online meeting yang banyak digunakan orang saat pandemi seperti aplikasi Zoom dan lainnya. Trend bertatap muka dengan cara online sekarang makin banyak dilakukan oleh masyarakat bahkan untuk kebutuhan lain diluar pertemuan. Aplikasi SMEETON ini tadinya memang untuk mendukung e government, pengelolaan pemerintah berbasis elektronik. Nah, di masa pandemic apalagi dengan adanya himbauan bekerja dari rumah akhirnya Diskominfotik menawarkan aplikasi ini untuk digunakan”, jelas Gde di kantor Diskominfotik NTB, Kamis, (28/05).

Aplikasi SMEETON seperti dikatakan Kepala Bidang PTIK (Pengelola Teknologi Informasi dan Komunikasi) Dinas Kominfotik NTB, Yasrul adalah pengembangan aplikasi dari open source video conference Big Blue Bottom. Dari pengembangan tersebut, fitur yang ditanamkan dalam aplikasi ini terus disempurnakan. Fasilitas ini juga digunakan untuk kebutuhan koordniasi oleh OPD lain yang tidak memiliki fasilitas maupun tenaga IT handal. Bahkan aplikasi ini telah pula digunakan oleh institusi lain diluar pemerintah seperti Bank NTB. 

Yasrul mengatakan akan terus mengembangkan aplikasi ini agar dapat digunakan secara baik. Kelebihan lain di tengah isu keamanan aplikasi, Yasrul mengatakan, cenderung mudah dikontrol karena server aplikasi dikelola sendiri oleh Diskominfotik NTB. Dengan begitu, keamanan percakapan maupun data yang terekam selama rapat dapat disimpan dengan baik. Beberapa fitur menonjol adalah data presentasi visual yang dapat terlihat oleh semua peserta rapat dan menggunakan layar tersendiri serta manajemen perekaman suara dan gambar. Dan fitur Polling yang memungkinkan untuk melakukan poling atau memberikan soal yang bisa di jawab langsung oleh partisipan melalui poling.(jm)