Gubernur Zul Ajak Masyarakat Jadi Aktor Sejarah Untuk NTB Gemilang

Gubernur NTB, Dr. H Zulkieflimansyah mengajak seluruh elemen dan masyarakat menyatukan kekuatan dan langkah, menjadi aktor sejarah Untuk NTB Gemilang  di masa yang akan datang. "Tugas kita adalah menyatukan kekuatan, bekerja bersama-sama dan menguatkan persahabatan yang tulus dalam meniti jalan panjang pembangunan, untuk NTB menuju Gemilang", ujar Gubernur yang akrab disapa Bang Zul itu saat menyampaikan pidato peringatan HUT ke 61 Provinsi NTB, pada Rapat Paripurna DPRD NTB di Jalan Udayana Mataram, Senin (16/12-2019) 

Dihadapan seluruh hadirin, Gubernur Zul menyampaikan apresiasi atas capaian pembangunan NTB yang sangat luar biasa, dari awal hingga saat ini. Tiap jaman dan periode kepemimpinan, kata gubernur telah mempersembahkan karya terbaiknya, juga mengukir prestasi hingga  membawa NTB menjadi lebih baik dari masa ke masa.

Bang Zul juga mengaku bangga, ketika kini ditengah kompleksitas ekonomi, politik, sosial budaya dan persaingan global yang ketat, pihaknya tetap menyaksikan bagaimana warga dan para pimpinan daerah di kabupaten/kota tetap berjibaku mendorong kemajuan demi kemajuan, untuk meraih kemajuan NTB yang lebih besar lagi.

“Di kota Mataram, kita menyaksikan ornamen-ornamen kota yang cukup menarik dan ikonik mulai dibangun. Hal itu dilakukan bersamaan dengan upaya untuk terus membersihkan kota mataram melalui gerakan lingkungan sampah nihil alias lisan. Lisan, tidak lain merupakan perpanjangan nafas dari program zero waste di kota mataram,” tuturnya.

“Di kota bima, kita menyaksikan upaya mendorong keseimbangan pembangunan. Dimana kawasan utara kota bima kini semakin mendapatkan sentuhan pembangunan. Ekonomi kreatif dan ikon-ikon wisata lokal juga terus dikembangkan di sana,” imbuhnya.

Tak hanya itu, di Lombok Barat kata Doktor Zul, industrialisasi juga mulai bergema. Air nira yang dulunya dijadikan bahan baku miras, kini diolah menjadi aneka jenis gula. Menjadi permen dan berbagai komoditas yang lebih bernilai tambah serta menghasilkan keberkahan.

Gubernur juga menilai kemandirian ekonomi juga mulai diperkuat dengan dorongan untuk membeli produk-produk dari daerah sendiri. “Di Lobar, destinasi baru seperti sekotong kini juga mulai mencuri perhatian dunia,” ucapnya.

“Di Kabupaten Bima, kita menyaksikan upaya serius untuk memulihkan kerusakan hutan. Dan kini, telah berdiri pabrik pengolahan minyak kayu putih terbesar dunia di daerah ini. Pabrik ini akan mendorong tumbuhnya kemauan warga untuk menanam pohon kayu putih sebagai cara untuk menghadapi kerusakan hutan. Mungkin, inilah cara tuhan telah menjawab do’a para pemimpin dan warga kabupaten bima yang menginginkan alamnya kembali asri,” tambahnya lagi.

Adapun di Lombok Utara masih kata Gubernur yang kerap disapa Bang Zul itu, yakni pariwisata di tiga gili kembali bersemi. Menurutnya, terobosan dibidang kependudukan juga menjadi catatan yang menarik di KLU.

“Bupati KLU telah berkomitmen bahkan bayi yang belum turun dari ranjang tempat kelahirannya, sudah bisa memiliki akta kelahiran. Upaya ini dilakukan bersama-sama dengan terobosan lainnya,” ujarnya.

Dilanjutkan, yaitu di Dompu, komoditas jagung yang telah menjadi ikon, kini terus dikembangkan menjadi aneka produk olahan. Program revitalisasi posyandu di Dompu juga menuai sukses. Menurutnya, dari 433 posyandu yang ada di dompu, 270 posyandu telah berhasil naik strata menjadi  posyandu keluarga dalam kurun  waktu 11 bulan saja.

“Di Lombok Tengah, kita sedang bersiap menyongsong agenda besar, Moto GP 2021. Ada banyak hal yang sedang dan terus dibereskan untuk menyukseskan agenda besar ini. Dengan antusiasme bersama, kita bisa menyulap Lombok Tengah menjadi ikon pariwisata dan pusat ekonomi baru dunia. Sebuah daerah dengan potensi yang memikat banyak hati,” tukasnya.

“Begitu juga di Sumbawa, komitmen pemerintah daerah memajukan pendidikan anak usia dini (paud) telah menuai apresiasi di tingkat nasional. Bunda PAUD Sumbawa, baru-baru ini meraih ‘pin emas’ pada apresiasi bunda paud tingkat nasional. Dalam waktu dekat, di sumbawa, bulog juga tengah mendorong pembangunan pabrik penggilingan padi terbesar se-asia tenggara,” ungkap Bang Zul lagi.

Lebih lanjut, Bang Zul juga mengungkapkan perkembangan di Lombok Timur. Dimana dapat disaksikan tumbuhnya ponpes-ponpes besar yang salah satunya, diilhami oleh semangat juang pahlawan nasional, yaitu Maulana Syaikh, TGKH. M. Zainuddin Abdul Madjid.

“Semangat dan dedikasi yang sama juga diikhtiarkan oleh para tuan guru di Pulau Lombok, sebelum dan setelah kehidupan beliau. jumlah penduduknya yang sangat besar, adalah tantangan sekaligus potensi demografis yang besar untuk mendorong kemajuan bersama. baru-baru ini, desa kembang kuning di lombok timur juga mencuri perhatian dengan meraih predikat desa wisata (dewi) berkembang terbaik se-indonesia,” paparnya.

Tak ketinggalan di Sumbawa Barat, kata Gubernur Zul,  pemerintah setempat dan warganya juga sedang berjuang untuk mewujudkan smelter. Dengan kerja bersama, KSB telah melahirkan kisah sukses membangun sanitasi total berbasis masyarakat (stbm). KSB merupakan satu-satunya daerah di NTB yang sudah mencapai buang air besar sembarangan (babs) nol. Dan mereka mendapatkan pengakuan UNESCO atas capaian ini.

“Semua yang kami sampaikan tersebut, bukanlah gambaran lengkap atas ikhtiar, dan kerja-kerja yang telah kita lakukan bersama. Kita meyakini, ikhtiar yang telah dilakukan jauh lebih kompleks ketimbang yang bisa disampaikan dalam kesempatan ini,” kata Bang Zul.

“Ikhtiar dan mimpi-mimpi yang kita renda saat ini, sebagian mungkin akan menuai hasil menggembirakan. Sebagian lainnya mungkin akan menemui kegagalan. Tapi hasil akhir bukanlah ranah manusia. Kita akan serahkan pada tuhan, pemilik takdir manusia,” ungkapnya.

PEMULIHAN LINGKUNGAN & HUTAN

Selain mengapresiasi kemajuan demi kemajuan yang telah dicapai, Gubernur Zul juga menyebut hal menggelisahkan yang menjadi tantangan berat  tahun-tahun depan adalah kerusakan lingkungan dan hutan yang telah banyak melahirkan mudarat yang merugikan.

Di musim kemarau, timbul suhu yang menyengat dan air yang kian terbatas. Sementara di musim hujan, teramcam banjir, tanah longsor dan cuaca buruk.

"Jika kita tidak mau memperbaikinya, maka alam akan memaksa kita untuk mempertanggungjawabkannya", ujar Gubernur seraya mengajak seluruh pihak untuk menjadikan pemulihan lingkungan sebagai agenda dan program prioritas utama dalam pembangunan NTB kedepan.

(@kominfotik).