HALAL TOURISM, SEMAKIN MEMIKAT

Halal tourism sebagai branding pengembangan pariwisata NTB, menjadi magnet bagi daerah lain untuk belajar mengembangkan potensi pariwisata di daerahnya, khususnya bagi daerah-daerah yang memiliki kemiripan potensi destinasi dan kultur dengan daerah seribu mesjid ini. Salah satunya adalah daerah Kota Banda Aceh, sebagai daerah yang menerapkan hukum syariah Islam dalam menjalankan roda pemerintahan. ''Kami kalah start dengan Provinsi NTB dalam hal pengembangan wisata konsep Halal Taurism'', ujar Walikota Banda Aceh, Drs. Zainal Arifin pada penerimaan peserta Benchmarking To Best Practice Diklat Pim III angkatan II Pemerintah Kota Banda Aceh Tahun 2017, di Ruang Rapat Utama (RRU) Kantor Gubernur NTB, Rabu (19/4/2017).

NTB akan menjadi studi strategis dalam pengembangan halal tourism di bumi serambi makkah itu, tuturnya. Wakil Gubernur NTB, H. Muh. Amin, SH,.M.Si menyambut hangat kunjungan Walikota yang memimpin kegiatan study lapangan peserta Diklatpim bagi pejabat setingkat administrator itu. Ia menegaskan setelah tiga tahun Halal Tourism di NTB, angka kunjungan wisatawan terus meningkat. Baik domestik maupun mancanegara, terangnya. ''Kami bangga atas kedatangan Kota Banda Aceh dari 0 kilometer ke NTB untuk belajar pengembangan Halal Tourism, ini merupakan suatu kebanggaan bagi kami'', ungkap Wagub. ''Aceh belajar Halal Tourism dari NTB, sebaliknya Provinsi NTB belajar pengembangan Bank Syariah dari Provinsi Aceh, karena kami ingin mengkonversi Bank NTB ke Bank Syariah'', tuturnya ramah.
''Ini sebuah pertukaran studi yang sangat strategis. Saya harap semangat belajar yang luar biasa ini akan dapat diterjemahkan dalam proses pembangunan di Kota Banda Aceh dan NTB, tentu nantinya akan memberikan efek terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat di daerah kita'', kata Wagub.

Biro Humas dan Protokol NTB