Kelorisasi, Solusi Masalah Gizi

Dinas Kesehatan Kabupaten Lombok Utara memiliki program kelorisasi sebagai solusi masalah gizi di KLU. Salah satu program peningkatan gizi masyarakat dalam rangka penurunan angka stunting, Dikes KLU telah melakukan berbagai gerakan antaranya menjadikan Kelor sebagai Pemberian Makanan Tambahan (PMT) di posyandu, Pembagian bibit kelor untuk ibu hamil, Pembibitan kelor di desa, Kelorisasi maasuk kebijakan SABER GEBUK dan Pelatihan atau demo masak PMT Kelor.

Daun kelor adalah  tanaman dengan segudang manfaat yang berasal dari suku Moringaceae. Selain ukurannya yang kecil, daun kelor juga memiliki bentuk oval dan bertangkai. Tinggi pohon bias mencapai 11 meter dengan ujung – ujung rantingnya dihiasi bunga berwarna kuning beraroma semerbak. Memiliki nama latin Moringa Oleifera, daun kelor dipercaya memiliki manfaat baik untuk kesehatan tubuh. 

Baiq Fatma Asriani Zahrah, S.T sebagai salah satu staff seksi Promkes dan Kesling Dikes KLU menjelaskan bahwa ide awal kelorisasi dilihat dari hasil riset dan kandungan daun kelor yang memiliki segudang manfaat. “Kelor memiliki kandungan yang sangat luar biasa, kandungan vitamin yang ada dikelor apabila dibandingkan dengan telur kelor memiliki kandungan 4 kali lipat lebih banyak, dengan wortel 15 kali lipat dan daun kelor merupakan bahan pangan lokal yang ada di daerah KLU” jelasnya ketika ditemui dalam kegiatan Rakerkeda yang berlangsung di Hotel Golden Palace, Kamis (13/03).

Pengolahan daun kelur  dapat menggunakan sistem permentasi atau di oven. “Karena dengan di oven suhu dan kelembapan sudah diatur, sehingga diharapkan kandungan air daun kelor keluar semua dan vitamin yang ada tidak terjadi penguapan atau menghilang, sedangkan kalua di jemur secara konvensional warnanya akan berubah menjadi hitam dan cokelat tidak menjadi hijau dan vitamin akan menghilang” jelasnya.

Sementara untuk daun kelor yang sering dikonsumsi dimasyarakat agar langsung mengolah daun kelor yang sudah dipetik jangan dibiarkan terlalu lama, karena jika dibiarkan terlalu lama maka vitamin yang ada di daun kelor akan berubah atau menghilang.

Berbagai produk berbahan daun kelor, antara lain Tepung murni daun kelor, susu daun kelor, masker wajah, tea daun kelor dan sebagainya. Dikes Kab. KLU juga telah melakukan pemasaran dengan hotel, toko oleh – oleh yang ada di Lombok. “ Kami masih fokus untuk konsumsi masyarakat dan peningkatan penghasilan masyarakat melalui KKM” tuturnya

Harapan kedepan agar dapat mengekspor keluar daerah dengan adanya berbagai bantuan dari instansi – instansi terkait agar dapat melakukan pemasaran secara lebih luas. “Kami berharap agar kedepan dapat memperoleh bantuan – bantuan dari instansi terkait dan lebih meningkatkan advokasi ke Pemprov juga” tutupnya. 

Salah satu pembeli Eri Hardiana dari Puskesmas Banyumulek mengaku sangat terinspirasi dengan inovasi dari Dikes KLU yang memanfaatkan Daun Kelor sebagai solusi masalah gizi dan dapat menghasilkan berbagai produk. “Manfaat dari daun kelor sangat bagus dan dapat kita terapkan siapa tau dapat menjadi inovasi kita di banyumulek, semoga inovasi yang kita pelajari yang ada disini dapat diterapkan” tuturnya. (ely – Tim media)