KETERBUKAAN INFORMASI MEMBANGUN PARTISIPASI PUBLIK

 

Keterbukaan informasi publik akan menambah kepercayan masyarakat yang pada gilirannya mendorong partisipasi publik dalam pembangunan dan mensukseskan program pemerintah. Hal ini disampaikan Kepala Dinas Kominfotik Provinsi NTB, I Gede Putu Aryadi, S. Sos., MH, saat menjadi narasumber pada Workshop Jurnalistik Dan Pengelolaan Media Sosial, yang digelar oleh Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Mataram, Senin (20/1/2020).

Dikatakannya, sebagai leading sektor dalam penyebaran informasi publik, Dinas Kominfotik terus berupaya mendorong organisasi perangkat daerah (OPD) lingkup Pemprov. NTB untuk membenahi pengelolaan informasi dalam mendorong keterbukaan informasi publik. Di tingkat nasional, Provinsi NTB meraih predikat sebagai Provinsi Informatif. Namun kenyataannya, OPD dan badan publik di lingkup pemerintah provinsi sendiri belum maksimal mengelola informasi untuk publik. 

"Kontras dengan prestasi kita ditingkat Nasional, ini pekerjaan rumah bagi kita bersama untuk terus mendorong pengelolaan informasi untuk dapat di akses publik. Apalagi, sesuai Visi NTB Gemilang, dengan misi NTB Bersih dan Melayani , transparansi dan keterbukaan informasi publik menjadi prioritas dalam rangka membangun kepercayaan publik, “ tegas mantan Irbansus Inspektorat NTB ini.

“Jika masyarakat sudah percaya terhadap pemerintah, maka kepedulian  masyarakat untuk  mensukseskan pembangunan dan program pemerintah akan terwujud. Apalagi Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah, SE., M.Sc telah menegaskan agar badan publik yang mengelola informasi, membuka keran informasi seluas-luasnya untuk masyarakat," lanjut mantan Kepala LPSE NTB ini. 

Kepala Dinas Kominfotik ini memaparkan sejumlah tips jurnalistik, diantaranya bahwa berita yang ditulis harus penting dan menarik. “Penting agar berita itu mampu menjadi informasi yang jelas dan akurat bagi masyarakat dan mampu menjadi sesuatu yang bermanfaat bagi pembaca. 

"Sajikan kepada publik berita yang penting dan menarik agar publik mau membaca", terang Gede.  

Gede mengingatkan agar 60 orang peserta workshop yang merupakan pengelola informasi dari BPOM Mataram ini dapat  mengelola informasi dengan baik sesuai tupoksi BPOM yaitu memberikan informasi produk obat dan makanan yang efektif dan bermutu sehingga mampu menarik masyarakat untuk membaca kontennya. 

Kepala BPOM di Mataram Dra. Ni Gan Suarningsih, Apt. MH BPOM dalam sambutannya menegaskan bahwa kegiatan worksop dimaksudkan untuk meningkatkan SDM pengelola media sosial dan media lainnya BPOM di Mataram menyambut era digital 4.0, yang menuntut BPOM untuk mempu memberikan informasi yang menarik dan bermutu,

Sementara itu, I Gede Mahatma S.I.kom dari portal Online Inside Lombok menjelaskan, bahwa ada langkah jitu yang bisa dilakukan agara sebuah postingan di Media sosial di like oleh para netizen, salah satunya yaitu dengan menge-Share informasi yang bermanfaat bagi orang lain.  "Share saja apa yang menurut kalian bermanfaat, Dan pastikan informasi atau postingan itu bermanfaat bagi orang lain" Ujar pria yang disapa Yogi itu. (@kominfo)