KETUA TP. PKK NTB AJAK LAWAN HIV/AIDS

Ketua TP PKK Provinsi NTB, Hj. Niken Saptarini Widyawati Zulkieflimansyah menghadiri acara Dialog Publik Korps HMI Wati (Kohati), bertajuk "Hidup Sehat Bersama Kohati dan Perempuan NTB Melawan HIV AIDS", di Gedung Sangkareang Kantor Gubernur, Jum'at (8/3).

Di acara yang diselenggarakan oleh Kohati Mataram dalam rangka refleksi international women's day ini, Hj. Niken didaulat sebagai keynote speaker dan tema yang disampaikan adalah, terkait peran serta upaya PKK dalam mewujudkan hidup sehat melawan HIV AIDS.

Hj. Niken mengungkapkan, bahwa PKK akan senantiasa turut mendukung upaya yang dilakukan Kohati dalam melawan HIV AIDS di Provinsi NTB, demi mewujudkan Generasi Emas NTB.

Mataram sebagai pusat kota di NTB, menjadi wilayah yang paling banyak berpotensi, terdapat Orang Dengan HIV AIDS (ODHA).
"Masih banyak di luaran sana yang belum kita duga dan tidak mendapatkan pengobatan. Otomatis dengan mudahnya dapat menularkan virus itu hingga akhirnya menyebar luas," jelas Hj. Niken.

Secara komulatif sejak tahun 2002 hingga Maret 2019, terdapat sebanyak 1.648 kasus HIV/AIDS, terdiri dari 743 kasus HIV dan 905 kasus AIDS yang rata-rata didominasi oleh usia produktif penduduk NTB (20 - 49 Tahun) Data Komisi Penanggulangan AIDS Daerah (KPAD) NTB.

Perilaku bebasnya heterosexual maupun homosexual masih menjadi faktor utama penyebab penyebarluasan virus mematikan itu.

"Menyikapi permasalahan itu, PKK bersama Dinas Kesehatan Provinsi hingga saat ini, telah melakukan berbagai upaya demi upaya untuk melawan serta mencegah penularan HIV AIDS di NTB," ujar Hj. Niken.

Beberapa upaya yang telah dilakukan tersebut diantaranya adalah melalui Kampanye Aku Bangga, Aku Tahu (ABAT), Penyuluhan Kelompok Dasa Wisma (Dawis), hingga program Pencegahan Penularan HIV dari Ibu ke Anak (PPIA) untuk ibu hamil, dan program-program lainnya.

Lebih lanjut, Hj. Niken juga telah menggerakkan tim visity, yakni tim untuk melaksanakan tes HIV gratis bekerja sama dengan Komisi Penanggulangan AIDS Daerah (KPAD) Provinsi.

Turut hadir dalam acara itu, Dr. Hermanto, Sekretaris KPAD NTB yang memberikan edukasi mengenai bahaya dan cara pencegahan dini terhadap penularan HIV AIDS, terutama bagi generasi muda NTB.

"Jumlah pengidap AIDS di NTB lebih tinggi daripada HIV, itu dikarenakan kebanyakan dari mereka terlambat dalam memeriksakan diri. Karenanya, mari bangun kesadaran kita, periksakan diri sebelum terlambat," ajaknya disela memberikan edukasi HIV AIDS.

Humas NTB