KPU Komitmen Jaga Suara Pemilu

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Nusa Tenggarta Barat (NTB) sedang memproses penghitungan suara ditingkat Kecamatan. KPU memastikan untuk menjaga dan menyelamatkan suara rakyat dalam Pemilu 2019.

“Saya sudah instruksikan ke seluruh penyelenggara pemilu di NTB agar memastikan tidak ada pergeseran suara rakyat, selamatkan suara rakyat dan pastikan suara itu sampai ke muaranya,” kata Ketua KPU NTB, Suhardi Soud, SE, saat acara silaturahmi dengan para komponen masyarakat pasca situasi Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden, Legislatif dan Dewan Perwakilan Daerah Tahun 2019, Senin (22/4) di Pendopo Gubernur NTB, Mataram.

Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Nusa Tenggarta Barat (NTB) Suhardi Soud, SE mengapresiasi semangat dan kepedulian masyarakat untuk memberikan hak suaranya pada Pemilu 2019.

Menurut Ketua KPU, pada tanggal 17 April kemarin, ada 15.989 TPS tersebar se-NTB. Kita bisa melaksanakan pemungutan suara secara serentak dengan aman dan lancar.

Namun, di beberapa daerah di luar NTB tidak semua bisa menggunakan hak pilih pada saat tanggal 17 April 2019, karena soal logistik yang masih kekurangan.

“Syukur Alhamdulillah NTB bisa melaksanakan secara bersama dan serentak proses Pemilu 2019,” ujar Suhardi Soud.

Antusiasme masyarakat luar biasa memberikan hak suarnya. Kebanggaan bagi kita semua bahwa ternyata proses Pilpres dan Pileg berjalan sesuai keionginan kita bersama.

Didepan Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah dan sejumlah tokoh saat silaturahmi NTB di Pendopo, Ketua KPU, mengatakan agar masyarakat tenang dan saling menjaga toleransi selama proses penghitungan Pemilu berlangsung.

“Ketegangan seperti yang diungkapkan Pak Gubernur saat pencoblosan, jadi bagian dari sesuatu yang menggembirakan dan menyegarkan dimana seluruh komponen masyarakat bersatu menjaga NTB tetap aman,” ajaknya.

KPU NTB mengadakan beberapa event seperti konser music, pada malam hari h-nya berdzikir bersama anak yatim di KPU NTB, merupakan bagian dari menciptakan pemilu yang berintegritas dan akuntabel.

Salahsatu tokoh agama, Ahmad Mukhlis mengumpamakan Pemilu ibarat sepakbola, ada penonton, pemain dan wasit. “Jadilah penonton yang baik, pemain yang memberikan permainan yang bagus dan wasit yang memimpin dengan baik,” katanya.

Begitupun dalam Pemilu 2019, kalau sesuai dengan peran masing-masing, maka Indonesiakan akan menjadi tenang aman nyaman dan damai sehingga menghasilkan demokrasi yang berkualitas.

 

Sehingga produknya adalah pemimpin yang berkualitas dan berintegritas. Saling menjaga silaturahmi dan toleransi menunggu hasil Pemilu 2019 pada 22 Mei mendatang.(Edy-Tim Media)