Kreasi Olahan Naga Goyang Lidah Pengunjung IE

Siapa yang tidak kenal dengan Buah Naga. Buah yang satu ini selain kaya akan manfaat, juga bisa di kreasikan menjadi berbagai olahan makanan yang sehat dan lezat.

Kreasi buah tropis dari jenis kaktus ini hadir menggoyang lidah para pengunjung Inspiratif Expo, Ahad (10/03) di Car Free Day (CFD) Udayana Mataram. Berbagai olahan yang disajikan mulai dari serabi, dodol, selai hingga stik buah naga.

"Buah naga yang kita olah ini semua adalah hasil potensi alam yang ada di desa Tanak beak Batukliang Utara,"ujar ketua Kelompok Wanita Tani (KWT) Tanak Beak, Nur Atika Sukmawati saat memperkenalkan berbagai kreasi dari buah naga merah di IE pekan ke-.5.

Atika menjelaskan, munculnya ide untuk membuat kreasi buah naga menjadi berbagai olahan adalah berangkat dari keresahan melihat potensi tanaman buah naga yang ada di desanya begitu melimpah. Terlebih jika panen tiba. Dari sinilah muncul ide bagaimana mengembangkan potensi yang ada tersebut sehingga buah naga bisa memiliki nilai jual.

"Melimpahnya hasil panen ini yang membuat kita kepikiran buat mengolah buah naga jadi berbagai makanan bahkan minuman. Jadi tidak sekedar dipasarkan dalam bentuk buah utuh saja, tapi setidaknya ada kreasi lain," terangnya lagi.

Olahan buah naga ini biasanya dipasarkan kepada sejumlah wisatawan yang berkunjung ke desanya. Tidak hanya sebagai oleh-oleh namun juga bisa dinikmati secara langsung. Bahkan saat ini buah naga telah menjadi ikon dari desanya yakni Tanak Beak.

Atika juga menyebut, salah satu olahan yang paling diminati adalah dodol dan serabi buah naga. Kedua olahan dari buah naga ini berbeda dari dodol dan serabi biasanya."Yang membedakan itu karena seperti ada krenyes- krenyes kalau sudah masuk mulut. Ini karena butiran hitam yang dihasilkan dari biji buah naga itu sendiri yang membuat sensasi saat kita memakannya jadi beda dengan serabi dan dodol lainnya," tutupnya.

Salah seorang pengunjung bernama Ella menuturkan, olahan buah naga ini sangat enak dan menyehatkan. Karena seperti diketahui buah naga itu kaya akan kandungan vitamin.

"Tadi saya nyicip dodol sama serabinya, jadi pas kita makan itu seperti ada yang meledak-meledak di mulut,"ucapnya sambil tertawa.

Kedepannya, para KWT tanak beak berharap bisa memasarkan produk hasil kreasi mereka tidak hanya terpusat di desa mereka saja, namun juga bisa merambah ke daerah lainnya di NTB.

IE kali ini seperti biasanya menghadirkan narasumber dari Bappeda Provinsi NTB yang mensosialisasikan Geopark Rinjani Lombok, Ikatan Dokter spesialis Telinga Hidung Tenggorokan (THT) KL NTB, Ikatan Pengusaha Muslimah Indonesia (IPEMI) NTB, dan berbagai hiburan menarik seperti pagelaran wayang sasak dibawah asuhan abdul latif apriaman, perkusi dari SMA 3 Mataram, dan lomba permainan tradisional seperti selodor dan enggrang.

 

Selain itu juga terdapat berbagai doorprize menarik berupa voucher gratis senilai Rp. 200 ribu dari Ikatan dokter spesialis THT KL serta voucher belanja yang bisa ditukarkan di aneka kuliner. (Luk-tim media).