Mengganti Balon dengan Merpati

Melihat balon berwarna-warni terbang di langit biru membawa sebuah sepanduk saat membuka sebuah acara memang indah. Tetapi seringkali tak ada yang mau memikirkan lebih jauh, kemana sampah balon-balon dan sepanduk itu akan mendarat. Bisa jadi ia akan jatuh ke laut dimakan ikan-ikan, melilit anak penyu, atau menyangkut di atas pohon merusak sarang burung-burung. Tetapi untung saja, Provinsi Nusa Tenggara Barat menjadi salah satu daerah di Indonesia yang memiliki program unggulan Zero Waste. Dimana di dalam kehidupan masyarakatnya akan selalu diusahakan untuk ramah lingkungan.

Di usia programnya yang baru satu tahun, perubahan-perubahan seperti mengurangi penggunaan plastik di instansi-instansi pemerintah mulai terlihat. Tak jarang kini acara seminar atau workshop yang diadakan di hotel-hotel, kini tak lagi menyajikan coffe break dalam kotak-kotak atau air minum dalam kemasan. Begitu juga saat membuka acara atau meresmikan sebuah program, kini pelan-pelan instansi pemerintah mulai mengganti balon udara dengan pelepasan burung merpati. Alangkah elok melihat merpati-merpati tersebut dilepas terbang secara serentak. Seperti dalam perayaan puncak Hari Kesehatan Nasional ke-55 yang diselenggarakan Dinas Kesehatan di Taman Bumi Gora pada Minggu, (24 /11) lalu. 

Aksi melepas merpati pada acara seremonial ini mendapat tanggapan positif dari masyarakat. Bunga Damai Parasasti (25), anggota Aliansi Remaja Independent mengaku sangat mendukung program zero waste yang mengganti balon dengan merpati tersebut. Ia berharap langkah tersebut tak hanya dilakukan oleh instansi pemerintah tetapi juga oleh masyarakat. “Kan banyak tuh yang menikah pake pelepasan balon segala. Apalagi yang nikahnya dipinggir pantai. Semoga bisa diganti dengan merpati saja, merpatinya juga biasanya kembali kan,” tanggapnya. Senada dengan Bunga, Ali Akbar Zen (26) asal Ampenan Mataram mendukung penuh salah satu langkah mengganti balon dengan merpati untuk mengurangi sampah plastik tersebut. “Beberapa kalisaya masih melihat ada yang masih pake balon. Tapi kan program ini baru dicanangkan kan ya, jadi pelan-pelan butuh waktu untuk memiliki kesadaran yang sama. Semoga seremonial menggunakan balon ini benar-benar bisa digangi ke merpati seluruhnya,” harap pemuda yang akrab disapa Akbar tersebut mantap.

 

Jenis: