MENKO KEMARITIMAN LOUNCHING FESTIVAL PESONA TAMBORA 2017

Kamis (24/3/2017), Wakil Gubernur NTB, H.Muh Amin, SH.,M.Si bersama Menko Bidang Kemaritiman, Luhut Binsar Panjaitan, melaunching Festival Pesona Tambora 2017. Kegiatan ini diselenggarakan d Hotel Dharmawangsa Jakarta Selatan, atas kerjasama  Harian Kompas dengan Pemprov NTB. Dalam laporannya, Wakil Direktur Kompas, Ninuk Mardiana Pambudi, menyebutkan bahwa Festival Tambora tahun ini adalah Festival ketiga yang dilaksanakan bekerjasama dengan kompas sejak peringatan dua abad meletusnya Gunung Tambora 11 April 2015.

 

Selain kegiatan lounching festival tambora, kali ini juga dilaksanakan Seminar Pariwiasata dengan tema investasi guna mendorong pertumbuhan pariwisata sumbawa. Hal ini dihajatkan untuk membantu pengembangan ekonomi NTB, terutama di Pulau Sumbawa. Sumbawa memiliki potensi yang belum terlalu berkembang seperti Lombok. Jagung, ketersediaan stok daging sapi yang mencapai 1 juta ekor, potensi Samota (teluk saleh, moyo, tambora), dan infrastruktur lainnya seperti jalan, listrik dan pelabuhan, menurut Ninuk perlu didorong pengembangannya melalui investasi.

 

Sementara itu, Wagub dalam sambutannya meminta Menko Bidang Kemaritiman untuk mendukung sistem kelistrikan Sumbawa dan Bima dengan adanya tambahan sumber tenaga baru sebesar 1 x 25 MW. Ini untuk mondorong tumbuhnya investasi, bisnis dan kegiatan lainnya. Selain itu daerah juga akan terus meningkatkan kualitas infrastruktur dasar seperti ketersediaan air bersih, kemantapan jalan dan transportasi, selain terus berupaya untuk melakukan kegiatan promosi pariwisata. Terkait perkembangan investasi di Sumbawa. Wagub juga menyinggung telah beroperasinya pabrik gula yang dikelola oleh PT. SMS di Kabupaten Dompu walupun secara simbolis belum diresmikan.

 

Menko Bidang Kemaritiman yang berkesempatan menyampaikan sambutan kunci pada awal seminar menjelaskan tentang pentingnya membangun pariwisata sebagai salah satu potensi yang bisa menjadi sumber terbesar pendapatan negara. Ia berpandangan, dengan membandingkan nilai pendapatan yang diterima Indonesia dengan negara lai di kawasan Asean yang masih kalah bersaing, berarti ada yang salah dengan pengelolaan pariwisata kita. Pembangunan pariwisata harus dilaksanakan secara holistik dengan membangun komitmen kuat bersama antara seluruh tingkatan pemerintahan. ''Pembangunan pariwisata harus dilaksanakan secara holistik, semua harus bersatu membangun teamwork'', tegasnya. Menko juga menyinggung mengenai kesiapan  pemerintah daerah dan masyarakat dalam mendukung program kepariwisataan. Kebersihan, keramahtamahan, fasilitas kesehatan, kesadaran masyarakat, infrastruktur dan pengembangan kualitas SDM menjadi salah satu aspek penting yang harus diperbaiki.

 

Hadir pada acara ini Penasehat Dewan Kehormatan Menteri Pariwisata, Indroyono Susilo, Deputi Bidang Penanaman Modal BKPM, Anggota DPD RI dapil NTB, Baiq Diah Ratu Ganefi, Wakil Ketua 2 DPRD NTB, Mori Hanafi, seluruh kepala daerah se-Pulau Sumbawa, serta mantan wakil gubernur NTB, H.Badrul Munir. Kegiatan ini juga dilanjutkan dengan press confrence event Tour de Lombok Mandalika. Event ini akan dilaksanakan setelah acara puncak Festival Pesona Tambora, mulai tanggal 13 s.d. 16 April 2017 yang akan diikuti oleh 17 tim dari mancanegara dan 3 tim dari dalam negeri.

 

Biro Humas dan Protokol NTB