"NGAJI BARENG TGB", MENJAGA & MENEGUHKAN IMAN PADA ANAK

Dalam ikhtiar menanamkan motivasi kepada para siswa/siswi agar lebih bersemangat belajar dan mengaji, guna mendalami kandungan ayat-ayat suci Al-Qur'an, maka Pimpinan Ponpes Masyithoh Mojokerto, KH. Abdul Wahid Rozak mengadakan acara Ngaji Bareng TGB dengan tema "Hidup bahagia barokah Al-Qur’an, di Ponpes Masyithoh, Kecamatan Ngoro, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, Sabtu (22/07/2017).

Tiba di lokasi acara di Mojokerto, Gubernur NTB, Dr. TGH. M. Zainul Majdi yang akrab disapa TGB dan rombongan disambut antusias pimpinan Ponpes bersama para pengajar/ustadz dan ratusan siswa-siswi di Ponpes tersebut. Kesempatan ngaji bareng bersama TGB, kata KH. Abdul Wahid Rozak adalah kesyukuran dan kehormatan luar biasa bagi Ponpes yang dipimpinnya. Karena siswa/siswi akan mendapatkan motivasi langsung dari TGB tentang teknik dan cara-cara mempelajari dan memahami Al-Qur'an. Terlebih TGB adalah tokoh pemimpin yang hebat, beliau seorang Gubernur yang juga Hafiz Al-Qur'an, patut dijadikan contoh dan diteladani, ungkapnya.

Mengawali Tausyiahnya TGB menyatakan kekagumannya terhadap kiprah Ponpes Masyithoh yang dipimpin KH. Abdul Wahid Rozak tersebut. Nama Ponpes Masyithoh, kata TGB adalah nama seorang wanita yang hidup pada Zaman Fir'aun dan terkenal dengan keteguhannya dalam menjaga iman dan keyakinannya.

Begitupun Ponpes Masyithoh saat ini, diungkapkan Gubernur Hafiz Al Qur'an itu, sebagai salah satu lembaga pendidikan Tahfidz Qur'an yang akan mencetak para generasi yang akan menjadi kekuatan untuk menjaga dan meneguhkan Al-Qur'an. Lembaga Pendidikan lanjut TGB adalah bagian dari investasi.

"Kalau mau berinvestasi maka carilah investasi yang paling panjang bahkan tidak terputus selama-lamanya," pesan TGB.

Investasi tersebut adalah amal jariyah berupa sadaqah dan ilmu yang bermanfaat. Menurutnya, salah satu investasi yang teramat besar ganjarannya adalah investasi dalam mendidik anak-anak dan generasi muda sebagai Tahfidz Al-Qur’an atau Hafidz Quran atau penghafal Al-Qur’an. Karena ganjarannya sangat besar sebagaimana juga janji Allah dalam Al-Qur’an yang artinya "Kami yang menurunkan Al-Quran dan kamilah yang akan menjaganya.

TGB juga menegaskan bahwa barang siapa yang menjaga dan menghafal Al-Qur’an maka akan dijauhkan dari tempat-tempat yang dilarang karena Al-Qur’an sebagai penjaga dan benteng diri kita dari segala keburukan dan maksiat, tegasnya

"Jika 144 surah atau 30 juz dalam Al-Qur’an dihafal maka makin kokoh benteng dalam diri kita," imbuhnya

TGB juga mengingatkan kepada para jama’ah yang memadati tempat acara, bahwa generasi yang kita butuhkan ke depan tidak hanya generasi yang pandai berhitung tapi generasi yang tahu apa tugasnya, yaitu menegakkan amar ma’ruf nahi mungkar.

Mengakhiri tausyiahnya TGB mengajak untuk bersyukur dengan adanya pondok tahfidz Al-Qur’an Ponpes Masyithoh yang mencetak generasi sekaligus membawa ketempat yang keberuntungan di dunia, bahkan paling mulia di dunia dan akhirat.

Kembali ditegaskannya bahwa setiap huruf dalam Al-Qur’an akan mendapat ganjaran 10 kali kebaikan tidak hanya untuk anaknya yang hafAl-Qur’an tapi juga orang tuanya meraih keberuntungan, tutur TGB.

 

Biro Humas dan Protokol NTB