NTB Bebas "Blank Spot" 2020

Kepala Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik (Diskominfotik) Provinsi NTB, Tri Budipraytno mengatakan, pada tahun 2020 daerah NTB akan menjadi daerah yang merdeka sinyal. Artinya, tidak ada lagi area “Blank Spot” di seluruh desa-desa se-NTB.

“InsyaAllah tahun 2020 Provinsi NTB merdeka sinyal. Jadi tidak ada lagi desa-desa yang tidak dijangkau oleh sinyal," katanya pada FGD tentang Teknis Implementasi Pemabangunan BTS dan Pembukaan Layanan Akes Internet Blank Spot di NTB, Mataram (29/4).

Target ini untuk memenuhi ketersediaan jaringan di berbagai daerah yang sulit di jangkau sinyal atau jaringan, mengingat Provinsi NTB merupakan salah satu provinsi yang memiliki area "Blank Spot' yang cukup banyak. Data dari Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) dari Kominfo bahwa NTB memiliki 195 titik area Blank Spot atau area yang tidak tersentuh oleh sinyal komunikasi.

"Untuk mempercepat layanan tersebut, saya sudah berkomunikasi dengan Menteri Komimfo RI dan pak Rudiantara sudah menyetujuinya," jelas Kadis Kominfotik NTB.

Ia menjelaskan, terkait usulan pembangunan Base Transceiver Station (BTS) sebuah infrastruktur telekomunikasi yang memfasilitasi komunikasi nirkabel antara piranti komunikasi dan jaringan operator pada area Blank Spot terdapat 201 titik yang melingkupi 127 desa pada 62 kecamatan seluruh kabupaten kota kecuali Kota Mataram. Sedangkan ada 78 titik lokasi yang siap di bangun oleh BAKTI sebagai mitra dari kemenkominfo.

 

“Saya juga berharap, kepada pemda kabupaten kota untuk menyediakan lahan agar pemasangan BTS dapat berjalan cepat. Kemudian untuk penyediaan lahan di pemerintah kabupaten kota dapat dipercepat sehingga bantuan untuk pemasangan BTS dapat berjalan cepat. Dan Provinsi NTB menjadi daerah yang merdeka dari Blank Spot. “Saya sangat berharap kepada pemerintah pusat agar daerah NTB disegerakan menjadi daerah merdeka sinyal,” harapnya sekaligus membuka kegiatan FGD. (Man-TM)