NW BERKONTRIBUSI UNTUK MENGAWAL PANCASILA

Wakil Gubernur NTB, H. Muh. Amin, SH.M.Si menyampaikan Organisasi Islam, Nahdlatul Wathan (NW) telah memberikan kontribusi besar bagi pembangunan bangsa dan daerah, khususnya bagaimana organisasi ini merawat dan mengawal Pancasila sebagai ideologi negara. Pancasila menurut Wagub merupakan pegangan hidup berbangsa dan bernegara yang senantiasa menuntut masyarakat untuk saling menghargai di tengah keberagaman agama, suku, adat istiadat dan budaya yang ada.

''Pancasila adalah harga mati,'' Tegas Wagub saat Pembukaan Rapat Kerja Nasional (RAKERNAS) Pengurus Besar Nahdlarul Wathan ( PBNW ), di Aula Ponpes Hamzanwadi Pancor Kabupaten Lombok Timur, Rabu (27/07/2017).

Lebih lanjut, Wagub menyampaikan Indonesia dikaruniai keberagaman yang menjadi kekuatan untuk membangun bangsa. Sehingga, meskipun warga masyarakat diberikan kebebasan untuk menjalankan ibadah dan keyakinannya, namun nilai-nilai pancasila tetap menjadi perekat dan pedoman dalam kehidupan bermasyarakat dan berbangsa. Dengan menumbuhkan nilai-nilai pancasila, maka perilaku-perilaku menyimpang seperti radikalisme tidak akan muncul di tengah masyarakat.

“Bangsa ini karuniai dengan berbagai keberagaman dan sebagai pegangan hidup kita ideologi negara yaitu Pancasila,” ungkap Wagub.

Saat itu juga, atas nama pemerintah daerah, Wagub menyampaikan selamat atas terselenggaranya Rakernas itu, dengan harapan NW terus berkontribusi bagi bangsa dan daerah. Karena, kemajuan NTB saat ini tidak lepas dari sosok Gubernur NTB yang merupakan tokoh sentral NW, yaitu Dr. TGH. M. Zainul Majdi. Wagub mengaku kepemimpinan TGB selama 10 tahun terakhir, telah membawa kemajuan pesat di berbagai sektor. Sehingga, saat ini NTB telah menjadi daerah yang mampu bersaing dengan daerah lain di Indonesia.

Sebelumnya, Sekjen NW TGH. Hasanaen Juaini menyampaikan kepada seluruh kader NW untuk benar-benar mempedomani apa yang telah diwasiatkan Almagfurullah, Maulana syaikh, TGH. Muhammad Zainuddin Abdul Majid. Salah satu wasiat Almagfurullah saat masih hidupnya adalah ''setiap aku melihat munculnya bulan sabit, suatu saat nanti akan menjadi bulan purnama. TGH. Hasanain menjelaskan bahwa cita-cita Maulana Syaikh sebelum meninggal adalah seluruh kader yang ada dapat menjadi pengabdi bagi Nahdlatul Wathan. ''Kita diajarkan dan diwariskan NW oleh Almarhum Maulana Syaikh dan kita sebagai umatnya tinggal melanjutkan ilmu-ilmu yang telah diajarkan oleh almarhum,'' Pesannya.

Pada kegiatan tersebut hadir jugaKetua DPRD Lotim Bpk Khairul Rizal, Rektor Universitas Hamzanwadi Hjh. Siti Rohmi Djalilah, Sekjen Nahdlatul Wathan Tgh Hasanaen Juaini, Kakanwil Kemenag NTB H.Nasrudin, Jajaran SKPD kab. Lotim, Ketua Umum NW NTB TGH Mahalli Fikri, Pengurus Badan Otonom NW dan Peserta rakernas berjumlah 500 orang.

 

Biro Humas dan Protokol NTB