Pasar Kampung Online Sebagai Marketplace Lokal

Mengenalkan produk barang dan jasa sebagai cara promosi di media sosial adalah bentuk sederhana dari pemasaran online. Pasar Kampung Online yang dihajatkan ada di NTB dapat meningkatkan ekonomi pelaku usaha karena dapat dimanfaatkan dengan biaya yang murah. Selain itu, jangkauan yang luas dapat meningkatkan pangsa pasar produk untuk konsumen yang lebih besar. Untuk itu pemerintah daerah mendorong diciptakannya marketplace bagi UKM dan pengusaha local.

Hal itu dikatakan Achmad Fairuz Abadi, Kepala Bidang Informasi Komunikasi dan Publikasi Dinas Komunikas Informasi dan Statistik Provinsi NTB. Selain mengikuti perubahan zaman, era digital yang membuat orang saling terhubung ini juga menyebabkan globalisasi ekonomi dapat saja menjadi ancaman bagi pengusaha dan ekonomi daerah. 

“Saat inipun sudah banyak start up local namun belum dikelola secara maksimal. Sudah banyak juga produk unggulan kita yang sudah bisa dipromosikan dan dijual. Tapi fasilitas pasar online yang khusus diciptakan untuk pasar produk local NTB perlu segera dibuat dengan pengelolaan yang baik. Jadi persaingannya aplikasi marketplace bukan lagi mencari produk unggulan yang akan dipromosikan”, jelas Fairuz dalam kegiatan Peningkatan SDM Kelompok Informasi Masyarakat di Kediri, Lombok Barat (20/05). 

Fairuz mencontohkan beberapa start up besar seperti jasa kurir barang dan orang yang beroperasi pula di Lombok, kini telah overload atau kelebihan kapasitas sehingga menjadi peluang bagi pengelolal pasar digital atau marketplace local untuk mengisi kekosongan itu. Hanya saja, memanfaatkan media social untuk promosi barang dan jasa memiliki keterbatasan jangkauan karena menggunakan akun pribadi. Itupun terbatas apalagi jika tidak memiliki jaringan sosial baik. Soal keamanan transaksi juga menjadi kendala mendapatkan kepercayaan dari calon konsumen yang berminat dengan produk atau barang dan jasa yang ditawarkan karena resiko penipuan yang besar.

Beberapa e commerce local yang sudah ada seperti ishop, gallery umkm atau agromina merupakan upaya penetrasi ke pasar global dalam satu platform pasar digital. Tidak lagi berjalan sendiri sendiri. Selain memudahkan mendata produk lokal tapi juga memiliki keamanan transaksi karena dikelola secara profesional. Berbeda dengan berjualan di media social yang mengandalkan kepercayaan karena transaksi secara perorangan. Hal inilah yang membuat pemerintah daerah mendorong masyarakat untuk mulai memanfaatkan teknologi informasi untuk nilai ekonomi. Salah satunya dengan Pasar Kampung Online yang dimulai dari anggota Kelompok Informasi Masyarakat di kabupaten/ kota.

Pemerintah melalui Dinas Kominfotik NTB berupaya untuk penguatan infrastruktur komunikasi selain menyiapkan sumber daya manusia agar tetap mengikuti perkembangan teknologi. Salah satunya dengan mengajak komunitas Kelompok Informasi Masyarakat di kabupaten/ kota mengawal Pasar Kampung Online segera terwujud.

“Pemerintah daerah selain berkewajiban menyiapkan infrastruktur fisik jaringan juga memfasilitasi pemanfaatan teknologi informasi agar berkembang dan memiliki dampak ekonomi bagi masyarakat.”, kata Fairuz.

Nasrin H Muhtar, salah seorang narasumber yang juga pengusaha yang telah bergabung dengan salah satu e commerce besar menceritakan pengalamannya berjualan Teh Moringa. Ia tetap memanfaatkan media social sampai sekarang hingga memutuskan bergabung dengan Alibaba.com. Nasrin mencontohkan postingan video Teh Moringa yang diupload di media social, penontonnya telah mencapai ratusan ribu. Dikatakan Nasrin, ini adalah contoh bagaimana kekuatan teknologi informasi bisa menjangkau lebih banyak calon konsumen. Apalagi jika nanti telah ada Pasar Kampung Online yang dikelola baik.

Dinas Kominfo Lombok Barat yang diwakili Kasi Publikasi, Hernawardi mendorong promosi produk produk unggulan di masing masing desa anggota KIM Lobar untuk dikenalkan melalui internet.

“Produk unggulan setiap desa harus mulai diviralkan agar mendapatkan perhatian publik”, kata Hernawardi.

Pada kesempatan itu, Kepala Seksi Publikasi Dinas Kominfotik NTB, Dudut Eko Juliawan mempresentasikan aplikasi pengaduan publik NTB Care. Menanggapi salah seorang peserta kegiatan KIM yang menanyakan keamanan pelapor di NTB Care, Dudut menjelaskan setiap pelapor yang mengadukan permasalahan di NTB Care dijamin kerahasiaannya karena menggunakan akun anonym (tanpa nama) ketika terdaftar dan melakukan pelaporan. Hanya saja, jelas Dudut setiap pelaporan harus melalui tahap verifikasi untuk memastikan pelapor dan aduan yang dilaporkan adalah benar. 

Sebelumnya (Rabu, 19/05), kegiatan KIM dilaksanakan di Ponpes Sirajul Huda, Paok Dandak, Durian, Janapria, Lombok Tengah. Ahmad Jumaili, ketua KIM Loteng yang juga pengusaha online menjelaskan, penggunaan teknologi informasi bukan lagi trend tapi merupakan masa depan. Hal ini karena jumlah pengguna Internet dengan segala aktivitasnya telah tertumpah di dunia maya. Sehingga berdagang secara online memungkinkan pengusaha dan calon pengusaha mempunyai peluang yang sama. (jm – tim media).