PASTIKAN GABAH PETANI TERSERAP

Terbentuknya Tim Serap Gabah Petani (Sergap) yang beranggotakan Bulog NTB, Dinas Pertanian Provinsi NTB dan instansi terkait lainnya, menjadi kabar baik bagi kemajuan pertanian di NTB. Tim ini akan bertugas untuk memastikan produksi gabah petani terserap sesuai dengan Harga Pokok Penjualan (HPP) sebesar 3.700 di tingkat petani. ''Jika ada yang membeli gabah dibawah HPP atau di atas HPP yang tidak wajar, petani jangan segan untuk melapor kepada Tim Sergap. Pemerintah melalui tim sergap bersama jajaran akan menindaklanjuti laporan para petani tersebut,'' kata Wagub H. Muh. Amin, SH., M.Si, pada Panen Raya dan Serap Gabah Petani (Sergap) di Desa Nyiur Lembang, Narmada, Lombok Barat (9/5/2017).

Wagub berharap, terbentuknya tim Sergap diharapkan dapat membantu pemerintah dalam mencapai target swasembada pangan nasional. Selain itu, juga akan mampu menyerap hasil produksi gabah petani sampai dengan 100 persen. Selain padi, NTB juga dikenal sebagai daerah produsen jagung. Selama tiga tahun terakhir, pertumbuhan produksi kedua komoditas unggulan NTB ini terbilang sangat menggembirakan. Meski begitu, berbagai kendala masih harus dihadapi petani. Diantaranya, perubahan iklim maupun faktor-faktor lain yang bisa berpengatuh terhadap produksi komoditas pangan di NTB. ''Petani harus selalu siaga dalam mengantisipasi potensi yang dapat terjadi terhadapa tanaman pangan, dari potensi kebanjiran dan serangan organisme penggangu lainnya,'' kata Wagub dalam acara yang juga dihadiri Pangdam IX/Udayana Mayor Jenderal TNI Komaruddin Simanjuntak.

Selain memberikan apresiasi kepada para petani, wagub juga memberikan apresiasi kepada pemerintah pusat dan jajaran TNI yang sangat konsisten dalam mendukung kebijakan peningkatan produksi pertanian.

 

Biro Humas dan Protokol NTB