Pembibitan Uang

Tidak dapat dipungkiri lagi bahwa sampai saat ini desa menjadi sumber dari kemiskinan, kemiskinan masih menjadi masalah utama negara berkembang seperti Indonesia. Di NTB sendiri persentase kemiskinan masih jauh dibawah persentase kemiskinan Nasional.   ntbprov.go.id/program-unggulan/deskripsi/22 Penduduk miskin di NTB pada maret 2019  sebesar 14,56 persen, masih jauh berada dibawah angka kemiskinan Nasional  sebesar 9,41 persen. Adapun empat program yang digulirkan Pemerintah secara Nasional yaitu, Distribusi Beras Miskin, Program Keluarga Harapan (PKH), Kartu Perlindungan Sosial (KPS) dan NBPNT. Penekanan terhadap empat program Pemerintah tersebut saya rasa kurang berdampak panjang dan akan membuat masyarakat desa kurang kreatif dan kurang produktif, saya disini ingin menekankan kepada program Edukasi Pemerintah kepada masyarakat desa tentang kesadaran masyarakat desa khususnya kepada orang tua bahwa pendidikan menjadi salah satu jalan ampuh untuk melawan kemiskinan, terutama pendidikan dan pengetahuan tentang bagaimana cara mengatur dan mengolah keuangan. 

Saya mengamati di desa khususnya desa tempat tinggal saya desa Selaparang, kecamatan Suela, kabupaten Lombok Timur, disana masyarakat pada umumnya bekerja sebagai petani tembakau, jagung dan padi, dan menjadi TKI yang dimana penghasilannya bisa sampai puluhan juta setiap kali panen. Uang yang didapatkan dari bertani itu cukup untuk pemenuhan kebutuhan sehari hari. Dan yang menjadi masalahnya, ini tidak berlangsung lama disaat masa panen berlalu maka masyarakat akan kembali seperti semula menjadi miskin lagi. Hal ini menurut saya terjadi karena kurang adanya pengetahuan masyarakat tentang cara mengelola keuangan, disaat keuangan bisa dikelola dengan baik saya rasa masalah kemiskinan di desa khususnya di desa tani akan berkurang, dimana disaat masyarakat bisa mengelola dan mengatur keuangannya baik dengan cara misal, mengatur skala prioritas, menyimpan atau menabung keuangannya di awal pendapatan, maupun dengan cara membuka bisnis kecil kecilan atau menjadikan uangnya sebagai modal, saya rasa ini sangat ampuh dalam melawan kemiskinan di desa secara bertahap yang dimulai dari mengelola penghasilan yang ada.

Pada ilustrasi tersebut terdapat warna cokelat sebagi tanah dimana tanah berfungsi sebagai alat pengurai yang cepat, dan warna biru melambangkan keceriaan dan kebahagian, nah karungan uang yang berada di dalam tanah ini sebagai bibit yang jika dibiarkan atau tidak dimanfaatkan itu akan dengan sendirinya terurai dan akan hilang, tetapi disaat bibit ini bisa dimanfaatkan dan diolah maka akan menumbuhkan suatu pohon yang berbuah uang, pohon uang disini dilambangkan sebagai hasil dari pengolahan bibit uang tersebut dimana hasilnya bersifat lama untuk bisa dimanfaatkan yang menimbulkan kecerian dan kebahagiaan di sekitarnya. Jadi disaat uang yang ada bisa dikelola dan dimanfaatkan dengan sebaik baiknya maka keuangan akan lebih tahan lama dan bahkan uang akan bertambah, dan sebaliknya, disaat keuangan tidak bisa dikelola dan dimanfaatkan dengan baik, berapapun jumlah keuangannya ini tidak akan bersifat lama bahkan akan sangat cepat sekali hilang.

 

Jenis: