Pemuda di Balik “Naik Daunnya” Desa Kembang Kuning

Desa Kembang Kuning Kecamatan Sikut, Kabupaten Lombok Timur, Provinsi Nusa Tenggara Barat kini tengah menjadi desa wisata primadona yang namanya harum hingga ke mancanegara. Viralnya Desa Wisata yang terkenal dengan keelokan Air Terjun Jeruk Manis dan Air Terjun Sarang Waletnya ini ternyata tak lepas dari peran pemuda dan tehnology. Musanip adalah salah seorang warga asli Kembang Kuning yang berada dibalik semua itu.

Mu, panggilan akrabnya, mulai aktif mempromosikan desanya melalui internet sejak tahun 2012 yang lalu. Pemuda kelahiran Kembang Kuning 24 Juli 1990 tersebut menuturkan, saat itu masyarakat di Desanya masih sangat jarang memanfaatkan internet sebagai wadah promosi. Sehingga ia berinisiatif mulai mempromosikan desanya melalui internet. Beraneka media internet dan aplikasi pariwisata dimanfaatkan, seperti Google My Bussines, Booking(.)com, Traveloka, dan berbagai applikasi pariwisata lainnya. 

“Desa Kembang Kuning sudah memiliki modal besar yaitu keindahan alam dan keramahan masyarakatnya. Yang kurang saat itu bagaimana memberitahu dunia keindahan ini, karena itu saya menggunakan internet sebagai media promosi,” tutur Mu.

Sejak mempromosikan Desanya melalui internet, Mu menuturkan wisatawan nasional dan mancanegara semakin banyak yang berkunjung. Masyarakat jadi termotivasi mengikuti jejak Mu untuk memanfaatkan internet sebagai media promosi. Hal tersebut mengantarkan Mu mendapatkan penghargaan sebagai Pemuda Pelopor 2019 di Hari Peringatan Sumpah Pemuda dari Pemerintah Provinsi NTB beberapa waktu lalu. Apresiasi tersebut diserahkan langsung oleh Wakil Gubernur Sitti Rohmi Djalilah.

“Penghargaan itu semakin memacu saya untuk menemukan apa yang bisa saya berikan untuk daerah saya. Karena saya selalu berpikir apa yang bisa saya berikan, bukan apa yang saya dapatkan,” jelasnya. 

Hingga saat ini, Desa Kembang Kuning terus berupaya berbenah menjadi lebih baik lagi. Jika di tahun 2017 jumlah homestay hanya sebanyak enam unit saja, kini di tahun 2019 jumlah homestay yang ada sebanyak kurang lebih 20 unit. Dimana, masyarakat yang menjadi investor dengan membangun sendiri rumah-rumahnya untuk dijadikan tempat menginap para wisatawan.

Desa Kembang Kuning sendiri tak hanya menawarkan panorama sawah yang menawan di bawah perbukitan Gunung Rinjani, namun juga menawarkan beraneka aktifitas sehari-hari warganya seperti proses pembuatan kopi secara tradisional atau coffee process, pembuatan minyak kelapa atau  oil process. Wisatawan kemudian lebih didekatkan lagi dengan masyarakat sekitar dengan dibuat sebuah produk wisata  Tiga Hari Menjadi Orang Sasak. 

Semua itu mengantarkan Desa Kembang Kuning menjadi 28 Desa Wisata terbaik se-Indonesia. Peringkat tersebut didapatkan setelah menyisihkan 158 Desa Wisata lainnya.*ricko

 

 

 

Jenis: