Pengusaha Malaysia Diminta Bangun Pabrik di NTB

Hubungan kerjasama antara Dewan Perdagangan Islam Malaysia (DPIM) dengan Pemerintah Daerah dan masyarakat NTB  diharapkan akan terus meningkat, khususnya dibidang investasi. Terlebih NTB dan malaysia memiliki kedekatan. Baik dari aspek budaya dan bahasa maupun warna kulit dan  tradisi masyarakatnya yang tidak jauh berbeda.

"Kalau kemarin saat kami berkunjung ke Malaysia, ditawari begitu banyak produk untuk dipasarkan di NTB, tetapi itu tampaknya kurang elok. Kami minta pabriknya saja dibangun disini. Karena NTB memiliki banyak potensi dan produk yang bisa dikembangkan untuk membangun industri pengolahan disini. Baik dibidang pertanian, peternakan, bahan bangunan, mesin dan aneka industri kerajinan pendukung sektor pariwisata maupun dibidang farmasi dan perhotelan", ujar Gubernur NTB, Dr.H.Zulkieflimansyah didampingi Wagub Dr Hj.Siti Rohmi Djalilah dalam pertemuan menyambut kunjungan Dewan Perdagangan Islam Malaysia (DPIM) di Ruang Rapat Utama Kantor Gubernur Provinsi NTB, Senin (09/9-2019).

Gubernur yang lebih akrab disapa doktor Zul itu berharap, dengan kunjungan  DPIM di Lombok, maka dalam waktu dekat akan segera terwujud realisasi kerja sama bisnis dan investasi pengusaha-pengusaha Malaysia di Wilayah NTB. Doktor Zul mengaku saat berkunjung ke Malaysia beberapa waktu yang lalu, pihaknya sudah bertemu langsung dengan pengusaha - pengusaha di Malaysia. Mereka (para pengusaha) sempat mempresentasikan aktivitas bisnisnya yang begitu menarik dan sukses. Diantaranya farmasi, pengolahan sampah, pengolahan daging dan sebagainya, seperti yang dibutuhkan NTB, ungkap Gubernur Doktor Zul.

“Semoga ini bukan hanya hubungan bisnis biasa, karena dari analisa kami yang paling menopang dan paling utama adalah direct flight", terangnya. Contohnya direct flight from Perth Autralia to Lombok itu meningkatkan pariwisata ke Lombok hampir 200% dan Senggigi serta berbagai obyek wisata kita menjadi mulai hidup. Itu baru satu, bayangkan jika banyak direct flight lainnya, seperti dari Malaysia dan negara-negara lainnya maka bisa kebayang ramainya NTB untuk bisnis maupun rekreasi.

Gubernur juga mengungkapkan bahwa NTB kaya akan bahan baku yang dapat membantu apabila ada dari DPIM ingin membuka peluang investasi. Pemerintah membantu memfasilitasi dan memastikan bahwa NTB siap untuk menerima investasi tersebut, tegasnya.

President DPIM Tuan Hj. Mohammad Sahar Mat Din mengaku kunjungannya hari ini sangat berarti, karena DPIM kali ini membawa beberapa perusahaan besar  yang ada di Malaysia. Selain itu, DPIM ingin memperkenalkan Sistem ekonomi islam yang dijalankan di Malaysia, yakni wakaf koprat. “Biasanya wakaf itu hanya ditumpu dengan bidang keagamaan saja. Tetapi di Malaysia sudah membuat reformasi dengan mengintegrasikan wakaf. Wujud sebuah AWQAF dengan menghimpun dana orang banyak untuk dikembangkan dibidang perniagaan” tuturnya.

Sementara itu, Kepala DPMPTSP NTB Lalu Gita Ariadi menegaskan, pihaknya akan melakukan pengawalan kepada rekan – rekan dari Malaysia untuk memudahkan proses perizinan. “Kami akan kawal sehingga teman – teman dari Malaysia tidak akan jalan sendiri ke Kabupaten, jika ada suatu keseriusan dan apabila kewenangan perijinan tidak ada di kami. Tetapi ada di Kabupaten/Kota maka kami akan mengawal datuk– datuk ke kabupaten demi kelancaran proses perizinan tersebut” jelasnya. 

Karena itu, untuk membahas secara teknis bidang-bidang investasi yang akan dikembangkan para pengusaha DPIM di NTB, maka dilanjutkan pertemuan klinis antara Kepala OPD terkait, diantaranya Kadis Perindustrian, Perdagangan, Pertanian dan Perkebunan, STIP, Kesehatan,  Peternakan, Perkim dan BUMD lainnya dengan para pengusaha malaysia.

Dewan Perdagangan Islam Malaysia (DPIM) bertandang ke Nusa Tenggara Barat guna bekerjasama dalam hubungan bisnis yang bertajuk “Misi Dagang DPIM Ke Lombok”. Misi Dagang DPIM  merupakan salah satu program yang dilakukan DPIM ke berbagai negara untuk membantu peluang bisnis.

DPIM merupakan salah satu organisasi yang bertujuan untuk menyatukan perniagaan dan pengusaha Islam untuk kepentingan dan faedah ekonomi Islam. DPIM terdiri dari berbagai pengusaha – pengusaha sukses diberbagai sektor dan siap membantu elemen yang membutuhkan layanan konsultasi dalam bisninya.--- (Diskominfotik)----