Posyandu Keluarga Desa Durokobo Kempo Punya Program "Ibu Jari"

Posyandu Keluargan Desa Durokobo Kecamatan Kempo Kabupaten Dompu-NTB, merupakan salah satu  posyandu  yang dinilai sangat inovatif. Posyandu tersebut telah terintegrasi dengan bank sampah. Sehingga masyarakat sudah bisa membayar dengan sampah. Serta ada juga program gemar menabung dengan sampah. Terdapat 35 posyandu yang sudah menjadi posyandu terintegrasi dengan bank sampah. Juga ada program pemberian makanan tambahan dengan yang disebut program ibu jari yang merupakan akronim dari inovasi bubur jagung, kelor dan ikan.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Dompu, dr. Iris Juwita saat mendampingi Wakil Gubernur NTB, Dr.Hj.Siti Rohmi Djalilah meninjau kegiatan Posyandu Keluarga terintegrasi Bank Sampah Desa Durokobo Kempo, (21/8-2019) melaporkan bahwa di Dompu saat ini sudah terbentuk 424 posyandu.Dari jumlah tersebut, 202 posyandu sudah menjadi posyandu  keluarga, terangnya.

"Pada tahun 2020 mendatang, kami sudah bersepakat untuk merevitalisasi semua posyandu menjadi posyandu keluarga", ungkap dr.Iris

Dalam upaya menekan angka stunting di masyarakat kabupaten dompu, pihaknya juga mengembangkan inovasi dengan memberikan makanan tambahan di posyandu melalui program "Ibu Jari". Program itu didukung program kelornisasi, dimana disetiap rumah tangga atau di setiap pekarangan semua rumah wajib menanam kelor. Dan para kepala desa juga sudah mulai mendukung dengan ADD dan DD. Juga masyarakat sudah banyak menyumbang dengan jimpitan sampah, terangnya. 

Wakil Gubernur yang lebih dikenal sebagai Umi Rohmi itu, sangat mengapresiasi kreativitas desa itu dalam mengelola posyandu keluarga dan telah diintegrasikan dengan bank sampah.

"Saya datang kesini sesungguhnya ingin belajar banyak dari ibu-ibu dan seluruh masyarakat disini, bukan untuk memberi pengarahan",  ucapnya.

Wagub berharap perkembangan posyandu keluarga di desa Durokobo itu dapat dijadikan best practice untuk desa yang lain terutama bagaimana bisa menggerakkan masyarakatnya untuk menggerakan bank sampah terintegrasi.

Disamping itu para kader posyandu diharapkan oleh Wagub  akan dapat berperan memberikan penyuluhan yang tepat kepada masyarakat. Utamanya dalam Mengubah persepsi masyarakat tentang sampah, dari sesuatu yang menjijikkan menjadi sumber pendapatan keluarga. Seperti yang sudah dilaksanakan didesa ini, ungkapnya.

Misalnya, bekas makanan bisa diolah menjadi pupuk. Sampah plastik juga bisa diolah menjadi pelet dan bahan bakar lainnya. Dan  di tahun 2020 nanti, Pemda NTB akan menfasilitasi pengadaan satu mesin produksi pelet untuk desa durokobo, ujar Wagub.

Sebelumnya Kepala Desa Duroboko, Fauzan menyambut Kunjungan Umi Rohmi didampingi Wakil Bupati Dompu, Arifuddin, SH dengan pementasan tarian selamat datang oleh para remaja putri generasi muda hindu di desa tersebut.

Dalam laporan Kades Fauzan menyebut  bahwa masyarakat di desanya, terdiri 65% penduduk yang beragama hindu dan 35 persen beragama islam. Meski berbeda keyakinan, namun mereka memiliki toleransi yang tinggi, saling membantu dalam suasana keharmonisan dan kerukunan. 

Secara mata pencagarian, hidup 95% merupakan petani jagung, terangnya. Iapun menyampaikan terima kasih kepada Umi Rohmi, karena Bumdes yang baru dikembangkannya, alhamdulillah diperhatikan langsung oleh ibu wagub, pungkasnya.

---(diskominfotik).