Saring Sebelum Sharing

Hadir sebagai narasumber pada Diskusi Publik yang digelar oleh Pengurus Badan Koordinasi Himpunan Mahasiswa Islam Nusa Tenggara (Badko HMI Nusra) di gedung Sangkareang Kantor Gubernur Provinsi NTB, Mataram (8/3).

Kepala Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik (Diskominfotik) Provinsi NTB, Tri Budiprayitno mengatakan, untuk meminimalisir penyebaran berita-berita hoax diberbagai media sosial. Selama ini informasi hoak dan isu sara sudah sangat meresahkan masyarakat, sehingga perlu adanya kesadaran dari individu untuk memastikan apakah berita tersebut benar adanya atau hanya sekedar fitnah belaka. Hal itu disampaikan untuk mewujudkan pemilu damai yang sebentar lagi akan diselenggarakan. 

"Untuk membentengi hal-hal itu, kami selalu mengajak generasi milenial untuk saring terlebih dahulu sebelum disebarluaskan (Share)," ungkapnya.

Ia menjelaskan bahwa kebenaran sebuah informasi harus dipastikan dari sumbernya seperti blog, alamat website, media serta penanggung jawab situs yang memuat berbagai macam berita. Kemudian periksa faktannya dan cek keaslian foto yang dimuat dalam berita. 

"Karena informasi hoax lebih cepat tersebar dibandingkan informasi yang benar," jelas Tri Budiprayitno.

Tahun politik seperti saat ini lanjutnya, berita-berita hoax serta ujaran kebencian sangat sensitif mengisi ruang publik, banyak pihak yang harus berhadapan dengan hukum, mendekam dalam penjara karena menyebarluaskan berita hoax. 

Oleh karena itu, Tri Budiprayitno mengajak kepada seluruh ratusan mahasiswa yang terhimpun dari berbagai organisasi kemahasiswaan yang hadir untuk bijak bermedia sosial "Coba kita manfaatkan sosial media untuk menyebarluaskan berita-berita yang baik, terutama informasi tentang NTB sehingga pembangunan kedepannya akan terus berkembang," ajaknya. (Man-Tim Media).