SETNEG GELAR RAPAT TEKNIS PENGANUGERAHAN GELAR PAHLAWAN

Kementerian Sekretariat Negara melalui sekretaris militer menggelar rapat teknis persiapan pelaksanaan  penganugerahan  gelar pahlawan nasional kepada 4 orang tokoh bangsa, yang salah seorang di antaranya adalah tokoh bangsa kelahiran NTB,  Almarhum TGKH. Muhammad Zainuddin Abdul Madjid, Rabu (8/11/2017) di Ruang Rapat Kantor Sekretaris Militer di Kompleks Istana Negara Jakarta.

Berdasarkan Surat Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 115/TK tahun 2017 tentang Penganugerahan Gelar Pahlawan Nasional, Presiden RI Joko Widodo telah menandatangani dan menetapkan 4 orang tokoh nasional di Indonesia yang mendapat gelar pahlawan nasional.  Yakni, TGKH. Zainuddin Abdul Majid dari Provinsi NTB, Almarhumah Laksamana Malahayati dari Provinsi Aceh, Almarhum Sultan Mahmud Riayat Syah dari Provinsi Kepulauan Riau dan Almarhum Prof. Drs. H. Lafran Pane tokoh dari Provinsi DIY.

Penganugerahan gelar pahlawan  dijadwalkan akan dilaksanakan Presiden RI, Ir.H. Joko Widodo dalam upacara kenegaraan penganugerahan gelar pahlawan nasional, di Istana Negara Kamis, (9/11/2017) pada pukul 11.00 WIB dan diterima langsung oleh masing-masing ahli waris. Dijadwalkan kedua putri Maulana Syaikh selaku ahli waris, yakni Hj. Sitti Raihanun dan Hj. Sitti Rauhun akan hadir menerima anugerah gelar pahlawan nasional tersebut, didampingi pihak keluarga.

Dalam rapat teknis tersebut, NTB diwakili Kepala Dinas Sosial, H.Ahsanul Khalik didampingi Kepala Biro Humas & Protokol Setda Prov. NTB, H. Irnadi Kusuma guna mendapatkan penjelasan dan arahan secara langsung dari Kepala Biro Pengusulan Tanda Jasa dan Kehormatan lainnya dari Kantor Sekmil, terkait tata cara dan tertib pelaksanaan penyerahan gelar pahlawan nasional tersebut. Saat itu hadir pula Direktur Kepahlawanan, Keperintisan dan Kesetiakawanan Nasional Kementrian Sosial RI.

Dalam  rapat teknis tersebut disepakati  antara lain, jumlah undangan dan pendamping ahli waris yang akan mendapatkan undangan, tata tempat dan tata acara termasuk busana yang digunakan. Seluruh undangan diminta menggunakan Pakaian PSL untuk pria dan Kebaya untuk Wanita.

Biro Humas dan Protokol NTB