SUMBAR Studi Banding MTQN 2020 ke NTB

Suksesnya Provinsi Nusa Tenggara Barat menggelar perhelatan terbesar Indonesia dalam Muhasabah Tilawatil Quran Nasional (MTQN) tahun 2016 lalu, memang tak terbantahkan lagi. 

Hal tersebut memotivasi Provinsi Sumatera Barat, tuan rumah MTQN XXVIII 2020 mendatang, untuk kembali mengulang kesuksesan tersebut. 

Sehingga pada Jum'at (16/11), sebanyak 15 Tim Panitia Terpadu Sumbar melakukan kunjungan studi banding ke Mataram, NTB. Bertempat di Ruang Rapat Sekretaris Daerah NTB, kunjungan tersebut disambut hangat oleh Sekda, Rosiady Sayuti, beserta beberapa kepala Dinas yang menjadi panitia dalam MTQN yang digelar NTB dua tahun yang lalu.

"Nama Baik NTB terkenal ke seluruh Indonesia sebagai tuan rumah terbaik dalam menyelenggarakan MTQ Nasional. Karena itu Sumbar yang terpilih sebagai tuan rumah untuk tahun 2020 membentuk Tim Panitia Terpadu dan dikirim kesini untuk mencontoh NTB," jelas Ifrah, Kepala Biro Bina Mental dan Kesra Prov. Setda, selaku ketua rombongan.

Sekda NTB kemudian menjelaskan kesuksesan NTB menggelar MTQ Nasional tak lepas dari kerjasama berbagai pihak. 

"Contohnya, Dinas Perhubungan NTB yang memastikan transportasi keseluruh venue yang saat itu berjumlah 13 berjalan lancar. Kemudian, Dinas Pariwisata bertanggungjawab atas penampilan kesenian dalam pembuakaan dan penutupan, dan mengajak kafilah berpariwisata. Dan Dinas Kominfo NTB berkerjasama dengan Telkomsel memastikan wifi di setiap venue sehingga bisa life streaming dengan baik," tutur Sekda.

Selain kerjasama yang baik, mengangkat budaya kelokalan sebagai tema dapat membuat acara semakin semarak. Terlebih dengan mengajak seluruh lapisan masyarakat dari berbagai latar belakang daerah dan agama berpartisipasi dalam mensukseskan acara. 

"Kemarin itu komunitas Tionghoa di Lombok menyumbangkan ribuan lampion untuk membuat acara semakin semarak," jelas mantan Kelapa Biro Humas dan Protokol Setda. Provinsi NTB, Yusron Hadi, yang saat ini menjabat sebagai Kepala Biro Organisasi Setda Prov. NTB.

Studi banding berlangsung intens dan berakhir sebelum shalat jum'at digelar. (nov)