Teluk Awang, "Pusat Industri & Ekspor Ikan Dari Lombok".

Pengembangan industri pengolahan di sektor kelautan dan perikanan menjadi salah satu prioritas dalam program unggulan NTB Gemilang Ekonomi yang ditetapkan Pasangan Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah dan Wakil Gubernur Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah, M.Pd. sesuai RPJMD-NTB 2019-2023.

Sebab NTB memiliki potensi dan produksi kelautan dan perikanan yang cukup besar. Bahkan produksi budidaya, baik budidaya perikanan darat dan budidaya laut seperti rumput laut, mutiara dan budidaya keramba maupun perikanan tangkap lainnya dari tahun ke tahun terus menunjukkan peningkatan.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi NTB, H. Lalu Hamdi mengungkapkan di Mataram, Kamis (1/8-2019) bahwa pembangunan Kelautan dan perikanan di NTB dikelompokkan kedalam 3 (tiga) klaster pengembangan.

Pengelompokan tersebut, kata Miq Hamdi sapaan akrabnya didasarkan pada pendekatan kewilayahan dan potensi  masing-masing klaster. Klaster-klaster itu terdiri dari, Pertama: Klaster Minapolitan Lombok dengan lokomotif industri perikanan tangkap lepas pantai berpusat di Teluk Awang.

Kedua adalah klaster Minapolitan sumbawa dengan lokomotif perikanan berkelanjutan di Teluk saleh.Dan ketiga adalah Minapolitan Bima dengan lokomotif industri garam. Ia menjelaskan  bahwa Minapolitan merupakan sebuah konsep pengelolaan dari hulu sampai hilir. Minapolitan Lombok (Teluk awang), terang Miq Hamdi akan dimotori oleh penangkapan ikan lepas pantai. 

"Saat ini saja telah beroperasi 40 kapal milik nelayan lokal dan 17 kapal kapasitas 100 GT dari 100 unit yang ditargetkan berasal dari luar daerah", ujarnya.

Pihaknya kini terus menggencarkan promosi, dengan harapan agar terjadi penambahan jumlah kapal besar sesuai target yang  ditetapkan. Dari sisi produksi, kata L.Hamdi, berdasarkan dokumen yang tercatat di kantornya, saat ini terdapat sekitar 500 ton produksi tuna cakalang yang telah dikirim keluar daerah (perdagangan domistik) legal. 

Tahap berikutnya yang akan dilakukan Pemda NTB bersama stake holder terkait lainnya adalah melengkapi  Teluk Awang dengan sarana prasarana pendukung seperti air bersih, pabrik es, cold sturage, BBM dan lain-lain. Sehingga kedepan Teluk awang akan menjadi pusat industri dan pengiriman/ekspor ikan dari Lombok.

Pemda NTB juga terus membangun komunikasi dan kemitraan dengan para pelaku bisnis, sehingga para eksportir tertarik untuk menempatkan usahanya di teluk awang.

Dengan cara demikian, ia berharap kedepan produk ekspor NTB benar-benar tercatat berasal dari NTB, bukan justru tercatat dari daerah lain, karena tidak dikirim atau diekspor langsung dari NTB, tetapi melalui daerah lain.

Sebelumnya Gubernur doktor Zul  dalam berbagai kesempatan mengungkapkan bahwa kunci mewujudkan  masyarakat NTB yang sejahtera dan mandiri adalah terbangunnya industri pengolahan pada sektor-sektor produksi masyarakat. 

Tidak terkecuali industri rumahan (home industri) atas berbagai produk kelautan dan perikanan di NTB. 'Kami akan terus memperkuat kebijakan untuk mengembangkan sektor kelautan dan perikanan ini, guna meningkatkan kesejahteraan para nelayan, tegas Gubernur saat menyapa dan berdialog dengan para nelayan di Telong Elong Lombok Timur baru-baru ini. 

Kebijakan itupun telah dituangkan kedalam road map Pembangunan kelautan dan perikanan Provinsi  NTB.---(Diskominfotik)--