TPID NTB Antisipasi Inflasi Jelang Ramadhan

Inflasi diperkirakan akan menunjukan peningkatan menjelang Ramadhan sesuai siklus. Namun kenaikan harga yang diperkirakan akan terjadi tersebut, akan menjadi perhatian serius Tim Pengendali Inflansi Daerah (TPID) NTB dan Satgas Pangan NTB sehingga tidak menimbulkan gejolak yang berlebihan.

Keterangan tersebut diutarakan Achris Sarwani, Kepala Perwakilan BI Provinsi NTB yang juga sebagai Wakil Ketua TPID Provinsi NTB, bersama Lasminingsih, SH, LLM, Staf Ahli Menteri Perdagangan Bidang Perdagangan Jasa; Kombes. Pol. Syamsudin Baharuddin, Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda NTB; dan Hj. Putu Selly Andayani, Kepala Dinas Perdagangan Provinsi NTB saat Bincang Media di Mataram, (29/4). 

Untuk itu, menjelang bulan Ramdhan  hingga Hari Raya Idul Fitri, TPID Provinsi NTB akan melakukan langkah-langkah pengendalian inflasi diantaranya, 

 memantaua harga secara harian di pasar tradisional dan modern, sidak dan monitor pasar, produsen/distributor/pedagang bahan pokok.

"Dalam monitor tersebut dilakukan pemantauan terhadap stok dan harga barang kebutuhan pokok di produsen/distributor/pedagang.

Sebagai informasi di Bulog Divre NTB stok beras medium saat ini sebesar 52.000 ton dan beras premium 3.500 ton yang cukup untuk stok selama 12 bulan; gula pasir 525 ton yang cukup untuk stok 2 bulan;  minyak goreng 68.000 liter yang cukup untuk 4 bulan ke depan," jelas Achris Sarwani dalam press release nomor 21/21/PR/Mtr. 

Selain itu TPID NTB dan Satgas Pangan juga akan menghimbau kepada produsen/distributor/pedagang  untuk menjaga pemenuhan kebutuhan kepada masyarakat selama bulan Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri dengan tetap memperhatikan kenaikan harga yang wajar dan tidak membebani masyarakat. Serta membukaPasar murah di beberapa lokasi strategis.

Pada tahun 2018 lalu, pengendalian harga khususnya pada saat bulan Ramadhan dan perayaan Hari Raya Idul Fitri, di Provinsi NTB menunjukkan hasil yang cukup baik. Inflasi bulan April 2018 0,37% (mtm), Mei 2018 1,37% (mtm) dan Juni 2018 0,76% (mtm). Tentunya hal ini merupakan bukti kerja keras semua pihak yang berada di TPID Provinsi NTB dan Satgas Pangan dalam menjalankan tugasnya dan bersinergi dalam menjaga serta mengawal gejolak harga komoditas pada periode tersebut. 

Sehingga, TPID Provinsi NTB dan Satgas Pangan Provinsi NTB tentu akan terus meningkatkan kinerja dan sinergi dalam pengendalian harga dan menjaga inflasi sesuai target yang ditetapkan, khususnya dalam waktu dekat terkait dengan momen bulan Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri 1440 H. TPID NTB dan Satgas Pangan siap dalam mengawal harga kebutuhan pokok pada periode ini.

Sekda Provinsi NTB yang mewakili Ketua TPID Provinsi NTB bersama Anggota TPID Provinsi NTB dan Satgas Pangan menginformasikan kepada masyarakat bahwa TPID Provinsi NTB dan Satgas Pangan yang berada di Provinsi maupun Kota/Kabupaten di Provinsi NTB akan terus hadir menjaga kecukupan stok dan kestabilan harga di pasar.

Masyarakat dihimbau untuk belanja dengan bijak dan tidak berlebihan untuk kebutuhan selama bulan Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri 1440 H.

"Semoga ikhtiar kita bersama, TPID Provinsi NTB, Satgas Pangan Provinsi NTB, pelaku usaha dan masyarakat NTB pada tahun ini dalam menjaga stok komoditas dan pengendalian harga diberikan hasil yang optimal sesuai target," harapnya. (novita-tim media)