Warga NTB Terima Bansos PKH dan BPNT

Bantuan Sosial Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) menjadi salah satu program pemerintah yang memberikan kontribusi dalam penurunan kemiskinan dan ketimpangan.

Selasa (19/2) di GOR 17 Desember Turide Mataram, Menteri Perindustrian, Airlangga Hartarto,  didampingi Gubernur NTB, Dr. Zulkieflimansyah, kali ini memberikan bantuan tersebut kepada 1.000 orang yang terdiri  dari KPM penerima PKH dan BPNT dari Kecamatan Sandubaya sebanyak 1.000 orang, SDM Pendamping dan APD PKH 44 orang dari Kota Mataram, serta Koordinator Wilayah dan Koordinator Regional.

Hadir pula KPM PKH graduasi mandiri sebanyak 3 orang dan 3 orang anak PKH berprestasi di bidang pendidikan dan olahraga. Sebagai apresiasi kepada anak berprestasi, Bank BRI telah menyiapkan tabungan pelajar masing-masing senilai Rp. 350.000,-.

Bantuan Sosial PKH dan BPNT  Tahap I Tahun 2019, yang disalurkan  untuk  Provinsi   Nusa Tenggara Barat senilai Rp. 421.422.305.000. Sementara itu untuk Kota Mataram sebanyak Rp. 24.611.905.000. Yang terdiri atas Bantuan Sosial PKH Rp. 22.243.275.000 bagi 17.520 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) dan Bantuan Sosial BPNT Rp. 2.368.630.000 bagi 21.533 KPM.

Gubernur NTB. Dr. H. Zulkieflimansyah yang hadir mendampingi Menteri  menyampaikan rasa terima kasihnya kepada Pemerintah Pusat. 

"Saya mewakili Pemerintah NTB mengucapkan terima kasih atas perhatian Pemerintah Pusat, Mudah-mudahan dengan adanya program ini makin banyak keluarga yang mandiri," ucapnya saat memberikan sambutan.

 Gubernur juga memotivasi para penerima bantuan yang belum mandiri agar terus berikhtiar dan bisa menjadi keluarga yang mandiri. 

"kami berharap kedepannya banyak penerima bantuan dari pemerintah bisa naik kelas menjadi keluarga yang mandiri. Kedepannya, kami akan bantu dengan berbagai alat-alat usaha. Ibu yang hoby menjahit akan diberikan mesin jahit, jika ada yg anaknya suka bengkel, akan dimodali alat-alat bengkel agar mandiri. Namun sembari menunggu, bantuan ini kami harapkan terus berjalan" ujar Gubernur. 

 Menyambut harapan Gubernur NTB, Menteri Perindustrian, Airlangga Hartanto menyampaikan bahwa Kementerian Perindustrian akan bekerja sama dengan Kementerian Sosial membantu memberikan pelatihan kewirausahaan dan bantuan peralatan wirausaha kepada KPM PKH untuk menunjang kemandirian. 

“Ada 4 faktor yang membuat PKH efektif dalam menurunkan angka kemiskinan. Keempat hal tersebut adalah, murah, mudah, berkah dan cerah,” tuturnya.

Penyaluran bantuan sosial PKH yang semula dicairkan bulan Februari, Mei, Agustus dan November menjadi Januari, April, Juli dan Oktober. Skema bantuan yang sebelumnya flat menjadi non-flat/bervariasi. Indeks bantuan sosial PKH Tahun 2019 disesuaikan dengan beban kebutuhan keluarga dengan pembatasan maksimal untuk 4 orang per keluarga.

Turut hadir pada kegiatan tersebut Wakil komisi VI DPR RI, Wakil Walikota Mataram, Dirjen perlindungan dan jaminan sosial Kemen Perindustrian, para Pejabat eselon II 2 pemerintah Provinsi, serta Pejabat Bank BRI. (novita-tim media)