Latest News

Direktur Jenderal Sumber Daya dan Perangkat Pos dan Informatika (Ditjen SDPPI) Kementerian Komunikasi dan Informatika Ismail terus memastikan dan mengupayakan area atau titik yang masih blank spot dan lemah sinyal di NTB akan diupayakan tuntas di tahun 2022. 

"Kami sudah berkoordinasi dengan pihak Telkomsel dan Kementerian Kominfo untuk berbagi tugas bagaimana menuntaskan area blank spot dan lemah sinyal di NTB. InsyaAllah ditargetkan rampung di tahun 2022," tegasnya saat konferensi pers didampingi Kepala Dinas Kominfotik NTB, Dr. Najamuddin Amydi di ruang rapat Anggrek Setda NTB, Sabtu (29/3/2022).

Ia mengatakan, sebelumnya pihaknya sudah menerima surat dari kepala Dinas Kominfotik Provinsi NTB yang mengusulkan sebanyak 104 titik area blank spot dan lemah sinyal di seluruh wilayah NTB. Dari 104 titik yang diusulkan terdapat 85 titik atau area yang layak untuk ditingkatkan kapasitas, speed dan performancenya. Penetapan ini dilakukan setelah tim dari Kementerian diturunkan untuk mengecek titik-titik tersebut. 

"Sedangkan sebanyak 19 titik sisanya adalah berada di daerah-daerah minimnya penduduk, jauh dari fasilitas publik dan lain sebagainya. Sehingga tidak masuk kategori yang siap di full up oleh Kementerian melalui BAKTI dan pihak provider lainnya seperti Telkomsel" ungkapnya. 

Kemudian dari 85 titik itu, sebanyak 35 titik atau area akan diusulkan dan masukan kedalam projek BAKTI Kemenkominfo yang sedang kerjakan saat ini. Karena mengingat 35 titik ini masuk dalam area 3T yang diprioritaskan oleh pemerintah dan ditargetkan rampung di tahun 2022. Sedangkan 50 titik sisanya akan ditingkatkan performanya dan speed nya oleh pihak provider khususnya pihak Telkomsel.

"Untuk itu, kami mohon dukungan pemerintah daerah untuk bersama membangun dan meningkatkan jaringan internet melalui pembangunan infrastruktur telekomunikasi. Termasuk jika ada pembangunan tower di lokasi-lokasi tertentu yang sangat membutuhkan kerja sama dari masyarakat terutama yang ada di pulau Sumbawa," harapnya. 

Sementara itu, Kepala Dinas Kominfotik NTB, Dr. Najamuddin Amy mengatakan percepatan pembangunan infrastruktur telekomunikasi di NTB merupakan ikhtiar pemerintah dalam menyediakan layanan jaringan kepada seluruh lapisan masyarakat. Sehingga kegiatan ekonomi dan komunikasi masyarakat NTB di era teknologi dapat berjalan dengan baik demi kesejahteraan masyarakat itu sendiri.

"Kami juga sudah sering melakukan koordinasi, bertemu dan menggelar rakor berkali-kali baik ofline maupun online dengan dinas Kominfo di kabupaten kota se-NTB. Kami mendorong agar semua proaktif dalam menganani area blank spot dan lemah sinyal di NTB," ungkap Dr. Najam di hadapan awak media yang hadir.

Selain melakukan koordinasi intens dengan kabupata kota, lanjut Dr. Najam, juga terus perkuat koordinasi dengan pihak-pihak provider di NTB seperti Telkomsel, XL, Indosat dan Balmon terkait dengan langkah-langkah kongkrit untuk mempercepat penanganan blank spot dan lemah sinyal di NTB.

"Sebenarnya koordinasi kami sudah cukup kuat begitu juga Laporan ke Ibu Wagub dan Pak Gubernur sudah dilakukan. Alhamdulillah hari ini ada hasilnya dan sebanyak 85 titik akan selesai tahun 2022," jelasnya. 

Dalam kegiatan konferensi pers kali ini, dihadiri oleh puluhan media cetak, elektronik maupun online lokal maupun media nasional. (bidangsandi/diskominfotik)

Aduan, Kritik & Saran

3 * 8 = ?