Di arena penutupan rangkian Jambore Kader PKK Tingkat Provinsi NTB Tahun 2022, ketua TP. PKK Provinsi Hj. Niken Saptarini Widyawati Zulkieflimansyah, SE., M. Sc., melakukan sosialisasi untuk mensukseskan gerakan "Bersih-bersih Rumah Kita" (BBRK) didepan ribuan peserta jambore.
"Gerakan ini, untuk membangun inisiatif dan partisipasi ibu-ibu kader PKK, untuk mulai mengelolah sampah dari rumah tangga,"kata Bunda Niken sapaanya, Sabtu (13/8/2022) di pantai Lakey Hu'u Kabupaten Dompu.
Menurut istri Gubernur NTB ini, bahwa gerakan bersih-bersih rumah kita, digagas karena aktifitas yang dilakukan oleh ibu-ibu setiap hari, membersihkan rumah, supaya rumah rapi, harum, tidak berantakan, tidak bau dan tidak kotor.
"Maka cara kita agar bisa ikut menyelesaikan masalah sampah global, adalah mulai dari rumah kita sendiri,"sebut alumni UI ini.
Apalagi, timpal Bunda Niken bahwa sumber sampah itu paling banyak disumbang oleh rumah tangga.
"Ayo kader PKK, kita mulai dari diri sendiri, keluarga dan rumah tangga kita, mulai mengelolah dan memilih dan memilah sampah,"ajak Bunda Niken.
Lebih lanjut, ditambahkan Kepala Bidang PSPPL Dinas LHK Provinsi NTB, Firmansyah, S.Hut., M.Si, bahwa branding tentang Gerakan Bersih-Bersih Rumah Kita harus terus dilakukan untuk mengurangi sampah. Termasuk menjadikan TP. PKK se-NTB sebagai mitra, untuk menangani sampah dari rumah tangga termasuk lingkungan masyarat.
Menurut Firman, bahwa berdasarkan data, sebanyak 3. 300 Ton sampah dihasilkan setiap hari, lebih dari 1,2 miliar kg setiap tahun. Sedangkan 60%, sumber sampah berasal dari rumah tangga dan sisanya dari berbagai sumber.
"Jadi sampah akan terus menjadi masalah kalau dibiarkan kumpul. jadi cara yang paling mudah menanganinya adalah dengan menyelesaikan sampah dari sumbernya, yaitu dirumah tangga ibu-ibu semua,"jelas Bunda Niken.
"Di sinilah pentingnya peran TP. PKK melalui salah satu programnya, di program 9 tentang lingkungan hidup, harusnya bisa membantu pemerintah dan kita semua untuk menyelesaikan masalah sampah,"sambung Firman.
Sampah yang menjadi masalah akan menjadi solusi, dan juga dapat menjadi sumber daya, bila dikelola dan memulainya dengan pilah dan pilih sampah.
Banyak hal cara menangani sampah. Salahsatunya dengan 3R, Reuse, Reduce, dan Recycle. Pertama Kurangi penggunaan yang bisa berpotensi menjadi sampah, kedua ada upaya menggunakan kembali barang-barang yang bisa dipergunakan berulang kali dan yang ketiga adalah daur ulang jadi sampah organik bisa jadi komposting.
Gerakan bersih-bersih rumah kita, fokus pada tiga hal, yang pertama adalah revitalisasi nilai-nilai gotong royong, yang kedua adalah edukasi yang ketiga olah sampah dari rumah.
"Kenapa kita dorong revitalisasi nilai-nilai gotong royong karena kita ini sudah terbiasa bekerja bersama-sama,"ujar Firman
Setelah direvitalisasi, akan membangkitkan lagi semangat bahwa sampah itu bukan hanya urusan pemerintah, memungut sampah tidak mesti harus diajak, ngurus sampah tidak mesti harus disuruh, jadi harus muncul dari dalam diri sendiri.
Gerakan bersih-bersih rumah kita, prinsipnya, mudah, murah, sederhana dan menguntungkan. Mengolah sampah harus tidak butuh alat dan biaya yang besar, cukup dengan menggunakan pisau, bisa ditanam sampah organiknya jadi kompos, bisa buat gerakan biopori.
"Jadi sebenarnya mudah, murah kemudian sederhananya, kalau sudah dipilih dari awal kemudian tidak perlu lagi menyelesaikan dengan segala macam cara. Dan Terakhir menguntungkan,"pungkasnya. (edy/alif/opic/diskominfotikntb)