Wakil Gubernur NTB, H. Muh. Amin, SH. M.Si meminta pemerintah kabupaten dan pemerintah desa Cendik Manik, Sekotong, Lombok Barat untuk bahu-membahu bersama membangun Kawasan Ekowisata Mangrove Bagek Kembar ini. Salah satu cara kreatif untuk mewujudkan hal itu adalah dengan menjadi orang tua angkat atau ikhlas mendonasikan dana untuk pembelian dan pemeliharaan manggrove, atau dikenal dengan Adouptur Mangrove ''Infrastruktur harus di benahi, Potensi ekonomi kreative seperti Kulenir harus di munculkan guna mendukung Kawasan Eko wisata Mangrove ini, sehingga nantinya wisata mangrove ini menjadi Destinasi Yang di perhitungkan oleh wisatawan domistik maupun manca negara,'' ungkap Wagub saat Peringatan Hari Bumi Ke 17, oleh Kelompok Masyarakat Wisata Manggrouve Bagik Kembar, Dusun Madak Belik, Desa Cendi Manik, Sekotong Lombok barat, (23/4/2017)
Wagub mengingatkan kepala desa untuk tidak ragu-ragu mengeksekusi anggaran desa yang ada untuk kepentingan masyarakat, lebih-lebih guna pengembangan infrastruktur jalan yang ada di Kawasan Eko Wisata Mangrove. ''Kepala desa jangan takut untuk membelanjakan anggaran selama sesuai aturan,'' pintanya.
Saat itu, Wagub mengambil bagian sebagai Adoptur (Adoupsi Mangrove) dengan mendonasikan anggaran untuk pembelian pohon manggrouve dan pemeliharaanya. Wagub meminta Stakeholder terkait untuk sama-sama menjadi Adouptur Manggrouve yang kemanfaatanya sangat baik untuk kelestarian lingkungan. Dukungan dari banyak pihak sangat diharapkan sehingga cita-cita terwujudnya kawasan pesisir yang tertata dengan ekosistem mangrove yang sehat dan lestari yang memberikan penghasilan ekonomi tambahan bagi warga masyarakat sekitarnya dapat dicapai.
Pelaksanaan Peringatan Hari Bumi ke 17 ini dirangkai dengan kegiatan menanam pohon mangrouve, baksos, pengobatan gratis dan lomba dayung perahu. Rencananya, kegiatan tersebut berlansgung selama dua hari, dari tanggal 22 s/d 23 April di kawasan Wisata Manggrouve Bagik Kembar. Kegiatan ini terselenggara atas kerjasama BPSPL Denpasar, Kepala Desa Cendik Manik Sekotong, BSMI Kota Mataram dan Jarkomsat Sekotong.
Ketua pengembangan eko -wisata Mangrove Bagik Kembar, Abdur Razak mengungkapkan Kawasan Ekowisata Mangrove Bagek Kembar (KEMBar) merupakan obyek wisata baru yang berada di wilayah pesisir Desa Cendi Manik, Kecamatan Sekotong, Kabupaten Lombok Barat. Dibuka pertama kali bertepatan dengan peringatan Hari Sumpah Pemuda yang ke-88.
Obyek ekowisata ini dibuat sebagai tindak lanjut program rehabilitasi mangrove yang merupakan fasilitasi dari Balai Pengelolaan Sumberdaya Pesisir dan Laut (BPSPL) Denpasar. Setelah program penanaman selesai, supaya dapat langsung memberikan manfaat kepada warga masyarakat, ekowisata berbasis mangrove dipilih sebagai kelanjutan program. Masyarakat dapat memperoleh pendapatan tambahan dari jasa pelayanan terhadap pengunjung, dan pada saat yang sama termotivasi untuk menjaga dan mengembangkan ekosistem mangrove.
Dia juga berharap kepada pemerintah Provinsi NTB dan Kabupaten Lombok Barat untuk sama-sama berpartisipasi dalam menjaga kelestarian lingkungan di wilayah pesisir pantai sekotong. Hal itu dapat diwujudkan dengan cara ikut menjadi orang tua angkat mangrouve dengan mendonasi dana untuk pembelian dan pemeliharaan mangrouve di wilayah Obyek ekowisata Mangrove Bagik Kembar.
Hadir juga dalam acara tersebut Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Lombok Barat, Perwakilan Tokoh Masyrakat, Pemuda NW Lombok Barat, Kepala Kerjasama BPSPL Denpasar, Kepala Desa Cendik Manik Sekotong, Ketua BSMI Kota Mataram, Pimpinan Jarkomsat Sekotong dan Masyarakat .
Biro Humas dan Protokol NTB