Tak hanya kasus stunting yang kian menjadi perhatian pemerintah. Kiprah organisasi profesi seperti Persatuan Ahli Gizi NTB banyak menyumbang aksi sosial.
Melalui Hari Gizi Nasional Persatuan Ahli Gizi (Persagi) NTB Ke - 59 melakukan Bakti sosial di Desa Batu Nampar Selatan Kabupaten Lombok Timur yang telah memberikan penyerahan paket ibu hamil, penderita gizi buruk dan penderita stunting.
Ketua Persagi NTB Taufiq Hari Suryanto, SKM menjelaskan bahwa NTB masih berada pada tingkat stunting yang tinggi. "Permasalahan yang kita alami adalah angka stunting di NTB sekitar 33,49 persen artinya lebih dari sepertiga anak - anak di NTB itu pertumbuhannya itu tidak bisa mencapai yang normal dan ini akan berdampak ke masa depan nanti, baik secara produktifitas atau kemampuannya untuk berdaya saing." Jelasnya ditemui dalam kegiatan Jalan Santai memperingati HGS di Car Free Day Udayana, Minggu (27/01).
Persagi juga mendukung kegiatan yang ada di Posyandu untuk mendeteksi permasalahan gizi di masyarakat sekitar.
"Kalo kita dorong masyarakat semua sadar untuk datang ke poayandu yang satu bulan sekali, jangan kan anak yang gizi buruk, gizi kurang atau pun tidak naik berat badan satu kali saja sudah ditangani , jadi kalau dia miskin dia diberikan makanan tambahan secara gratis, kalau sakit diobati, kalau belum punya kartu BPJS akan diuruskan" jelasnya
Selain itu Persagi juga melakukan kegiatan yang telah dirangkaikan dengan perayaan HUT RSJ Provinsi NTB sekaligus pencanangan Zero Waste RSJ, selanjutnya Persagi melakukan pencanangan Pekan Konseling Nasional yang diadakan di Provinsi NTB secara serentak pada tanggal 25 Januari sampai dengan 31 Januari 2019, dilanjutkan kegiatan donor darah masal dan seminar nasional sekaligus Nutricia expo.
"Darah yang dibutuhkan PMI sangat banyak, apalagi saat ini musim hujan, apabila terjadi DBD tentunya akan membutuhkan darah yang banyak, demikian untuk penyakit yang lain juga, kami akan mengadakan donor darah di poltekes jurusan gizi dengan mengajak semua mahasiswa kesehatan termasuk OPD untuk menyumbangkan darahnya, setetes daeah dan menolong jiwa manusia" jelasnya.
Taufik juga berharap masyarakat dapat mengelola berbagai kebutuhan gizi
Untuk lebih menyadari betapa pentingnya hidup sehat. " Kami senantiasa mendorong masyarakat untuk menyadari pentingnya hidup sehat, jadi pemerintah sudah mencanangkan gerakan masyarakat hidup sehat sedangkan kami dari para ahli gizi menganjurkan supaya seluruh masyarakat bisa juga hidup lebih sehat lagi dengan gizi seimbang, antara makanan, aktivitas fisik, istirahat dan lain sebagainya berimbang" tutupnya.
Selain itu mahasiswa Poltekes Mataram Jurusan Gizi yang ikut serta dalam kegiatan HGS yang diikuti dengan jalan santai di CFD Udayana, Baiq Rani Mayani Pragina mengaku sebagai mahasiswa ahli gizi akan melakukan berbagai kampanye Pentingnya melakukan pola hidup yang baik dimulai dari keluarga.
" Banyak masyarakat yang cerdas dan sadar akan pentingnya kesehatan, semakin majunya teknologi maka masyarakat juga dapat memperoleh informasi melalui berbagai media yang ada" tutur Rani. (ely - Tim media)