Dua gedung sekolah dasar (SD) diberikan Yayasan Dana Kemanusiaan Kompas (DKK) kepada korban Gempa Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB). Bantuan senilai Rp. 4,5 miliar yang bersumber dari donasi pembaca Harian Kompas tersebut diserahkan Pemimpin Redaksi Harian Kompas Ninuk Mardiana Pambudy kepada Bupati Lombok Barat Fauzan Khalid dan Bupati Lombok Timur M Sukiman Azmy di Desa Bengkaung, Kecamatan Batulayar, Lombok Barat, Kamis (28/2).
Ninuk mengatakan bahwa apa yang diserahkan oleh DKK merupakan kepedulian harian Kompas untuk pendidikan.
"jadi memang selanjang usia Kompas yang 53 tahun, memberi perhatian pada pendidikan itu luar biasa, terutama dari para pendiri Kompas, Jacoeb Oetama dan almarhum PK Oyong. Perhatian kami pada pendidikan" katanya.
Dua sekolah yang diserahkan adalah SDN 03 Bengkaung di Kecamatan Batulayar, Lombok Barat dan SDN 03 Sajang di Kecamatan Sembalun, Lombok Timur. Kedua gedung sekolah tersebut roboh saat musibah gempa bermagnitudo 7,0 menerjang Lombok pada 5 Agustus 2018 lalu.
Pembangunan dua sekolah tersebut dikerjakan dalam waktu empat bulan yang pengerjaannya dilaksanakan kontraktor lokal PT Damai Indah Utama. SDN 03 Bengkaung memiliki luas bangunan 522 meter persegi di atas lahan seluas 1.651 meter persegi. Sedangkan SDN 03 Sajang memiliki luas bangunan 554 meter persegi di atas lahan seluas 3.150 meter persegi.
Masing-masing sekolah dilengkapi dengan enam ruang kelas, satu ruang guru dan perpustakaan, serta empat unit toilet untuk murid dan guru. Sekolah tersebut juga dilengkapi furnitur berupa meja dan kursi, papan tulis, serta rak buku dan lemari.
Selain dua sekolah tersebut, Yayasan DKK juga membangun fasilitas kesehatan berupa Puskesmas yang dilengkapi ruang rawat inap dan rumah dinas dokter di di Desa Malaka, Kecamatan Pemenang, Kabupaten Lombok Utara.
Pembangunan Puskesmas Nipah senilai Rp 4,2 miliar tersebut memakan waktu enam bulan dan diharapkan rampung pada akhir April 2019. Puskesmas Nipah juga mengalami kerusakan yang sangat berat sehingga tidak dapat memberikan layanan kesehatan buat masyarakat setempat.
Pasca gempa di Lombok, Yayasan DKK konsisten memberikan bantuan sarana pendidikan dan kesehatan. Dengan tersedianya dua sarana tersebut, Yayasan DKK berharal masyarakat Pulau Lombok yang terkena musibah dapat bangkit dan semangat kembali menatap masa depan. Bantuan tersebut juga merupakan bentuk solidaritas masyarakat Indonesia yang donasinya disalurkan melalui Harian Kompas. (novita-tim media)