Pesatnya penggunaan media sosial jika tidak dibarengi dengan literasi digital akan membuka peluang besar bagi peningkatan konten negatif, radikalisme, jejaring teroris, berita hoax, penipuan, ujaran kebencian dan perundungan di dunia siber atau cyberbullying.
Gerakan bersama secara menyeluruh di Indonesia dinilai dapat memaksimalkan manfaat serta dampak positif internet untuk masyarakat Indonesia dan yang terpenting adalah meminimalisir potensi kerugian dan dampak negatifnya.
Kemkominfo RI dalam Sinergi Program Literasi Digital yang dirangkai dengan Smart Citizen Day berlangsung meriah menghadirkan pejabat dan perwakilan Kominfo dari 34 Provinsi se-Indonesia di Gedung Tri Brata, Jakarta, (28/3/19). Tujuan kegiatan ini dinilai akan dapat memassifkan, mengakselerasi dan menjangkau seluruh lapisan masyarakat dalam hal menginisiasi gerakan bersama atau gotong royong sebagai budaya Indonesia.
Kegiatan bertemakan Gotong Royong Indonesia Lewat Teknologi Informasi dipandang perlu karena perkembangan internet dan dampak ikutannya di Indonesia demikian pesat. Terhitung pad Januari 2019 mencapai 56% atau 150 juta pengguna aktif dan hampir 90% pengguna internet aktif ada di media sosial dan aplikasi chatting.
Dalam sambutannya, Menteri Kominfo RI Rudiantara menyampaikan pentingnya berkolaborasi dan mengimplentasikan gotong royong dalam konteks digital. Ia juga berharap penuh peran seluruh Pemerintah Daerah di Indonesia untuk dapat berperan aktif dalam Program Literasi Digital. Kebersamaan dalam gotong royong melakukan inisiasi dan dukungan literasi digital.
"Kita semua harus ikut bergotong royong menyelenggarakan berbagai kegiatan dalam kerangka peningkatan Literasi Digital diseluruh wilayah Indonesia", ucapnya lantang.
Unesco sendiri mendefinisikan Literasi Digital ini sebagai kecakapan dalam menggunakan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) dengan cara mengevaluasi, memanfaatkan, membuat dan mengkomunikasikan konten/informasi dengan kemampuan kognitif, etika, sosial, emosional dan semua aspek teknis dalam teknologi digital. Untuk itu, Kemkominfo RI melakukan peningkatan kapasitas SDM Indonesia dalam menghadapi era transformasi digital dan revolusi industri 4.0.
Selain itu dalam acara yang sama ada pula Deklarasi Masyarakat mewakili 34 Provinsi di Indonesia sebagai agen perubahan (Smart Netizen) yang mendukung peran serta masyarakat (civil society) dalam pembangunan Indonesia.
Darmin Nasution, Menteri Koordinator Perekomian RI hadir pula menyampaikan paparan tentang pentingnya kebersamaan bergotong royong memanfaatkan TIK untuk Kedaulatan Negara dan Ketahanan Nasional yang saat ini ada 514 Kabupaten/ Kota yang telah disatukan melalui Palapa Ring, di tahun 2019 melalui jaringan serat optik. Hal ini untuk mendulang potensi ekonomi Internet Digital Indonesia sebagai yang terbesar se Asean. Indonesia pada tahun 2018 mencatat angka transaksi 27 Milyar dolar AS. Dengan demikian, Pemerintah dituntut untuk memfasiltasi dan berakselerasi untuk menambah Unicorn/Nexticorn, 8 juta UMKM Go Online dan menuju Farmers and Fisherman to Digital.
Acara dilanjutkan dengan panel bersama Menteri Kominfo RI Rudiantara, Rama Aditia Qlue, liontinus Toko Pedia, Harun dari Ciputra, Purwo Sutopo dari BNPB RI hingga akhir acara.
Hadir juga pada jajaran selain pemerintah pusat juga daerah seperti Nikidemus Rihi Heke Bupati Kab Sabu Raija, Dr.H.Syarif Fasha ME Walikota Jambi, Dr.Jefirston R.Riwu Kore MM, MH Walikota Kupang, Isyak Moirobie, S.Sn. M.Si Wakil Bupati Kab.Belitung, (Aji)